We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Hurt
  • WpView
    Reads 9,897
  • WpVote
    Votes 937
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 19 hours ago
WpInfo
Fanfic
Udara pagi di Seoul terasa menusuk tulang, namun Jennie sudah harus berlutut di lantai marmer dingin kediaman keluarga Kim yang megah. Sebagai asisten rumah tangga, tugasnya dimulai sebelum matahari terbit. "Mommy! Di mana kaos kaki olahragaku?!" suara melengking Lisa (15) memecah keheningan apartemen kecil mereka yang terletak di basement bangunan kumuh tak jauh dari mansion tempat Jennie bekerja. Jennie segera berdiri, mengusap peluh di dahinya dengan punggung tangan. "Sudah Mommy siapkan di atas tasmu, sayang. Ayo sarapan dulu, Mommy sudah buatkan nasi goreng telur." Lisa muncul dengan wajah cemberut. Ia melihat piring di meja kayu yang sudah retak. "Nasi goreng lagi? Aku malu, Mommy. Teman-temanku di sekolah membicarakan bau minyak di seragamku. Kenapa Mommy tidak bekerja di kantor saja seperti ibu yang lain?" Jennie tertunduk, meremas celemeknya yang kusam. "Maafkan Mommy, Lisa. Hanya ini yang bisa Mommy lakukan agar kamu tetap bisa sekolah di tempat yang bagus." "Sekolah bagus tapi aku tetap anak pembantu!" bentak Lisa sebelum menyambar tasnya dan pergi tanpa menyentuh makanan buatan ibunya. E-BOOK AVAILABLE
All Rights Reserved
#439
blackpink
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Distance
  • Little Monster
  • Baby Blues
  • Sisterbroken
  • My Childish Wife
  • MY LITTLE MANOBAN - JENLISA (G!P)✓
  • For You Season 2
  • MOTHERLESS
  • My Wife Is My Teacher
  • Golden Cage Season 2
Distance

Jennie Kim berdiri di balik tirai kaca kantornya yang megah, menatap Seoul dari lantai 31. Dari luar, ia tampak seperti wanita sempurna: desainer ternama, mandiri, elegan, dan selalu tampil tanpa cela. Namun tak ada yang tahu bahwa sebagian dari dirinya hilang lima belas tahun lalu-dan tak pernah kembali. Putrinya. Lalisa. Hari itu seharusnya menjadi hari paling bahagia dalam hidupnya... tetapi hanya beberapa jam setelah kelahiran, Lisa menghilang dari ruang perawatan bayi. Kejadian itu hampir membuat Jennie kehilangan kewarasan. Tapi ia juga sedang membangun karier dan reputasi. Media selalu menguntit. Jika kabar itu bocor, kariernya akan runtuh. Atas desakan manajemen dan keluarganya, kasus itu ditutup rapat. Tidak ada polisi. Tidak ada pencarian besar. Semua bungkam. Malam yang sama, rumah sakit menemukan seorang bayi perempuan yang dibuang ibunya. Dalam keputusasaan dan ketakutan, Jennie menerimanya dan membesarkannya sebagai putrinya sendiri. E-BOOK AVAILABLE

More details
WpActionLinkContent Guidelines