Don't leave me
Krating Khunnarong dikenal sebagai ketua klub basket di sekolahnya. Namanya sudah tidak asing lagi, bukan hanya karena kemampuannya di lapangan, tapi juga karena satu hal lain
kedekatannya dengan Meen Nichakoon, yang juga pemain di klub yang sama.
Mereka selalu bersama.
Bagi banyak orang, keduanya seperti satu paket yang tidak bisa dipisahkan.
Kalau ada Krating, pasti ada Meen.
Kalau ada Meen, pasti ada krating.
Persahabatan itu sudah berjalan sejak mereka masih SMP, dan kini, di tahun terakhir SMA, semuanya masih terlihat sama seperti dulu dekat tanpa jarak.
Setidaknya, itu yang terlihat dari luar.
Di balik itu semua, ada sesuatu yang Krating simpan sendiri. Perasaan yang bahkan sulit ia pahami, apalagi diungkapkan. Ia memilih diam, meyakinkan dirinya bahwa selama perasaan itu tidak keluar, semuanya akan tetap baik-baik saja.
"Gua pikir kalau gua tahan perasaan ini, semuanya bakal tetap sama... termasuk hubungan kita, Meen." -krating
"Tapi gua bukan sesuatu yang bisa lu simpen sendiri, Krating." -meen
Jawaban itu sederhana, tapi cukup untuk membuat Krating terdiam.
Dan untuk pertama kalinya, ia mulai sadar
mungkin yang ia takutkan bukan hanya kehilangan, tapi juga kenyataan bahwa semuanya memang tidak akan bisa tetap sama selamanya.
Lalu, bagaimana kelanjutan hubungan mereka?
#kratingmeen