The Council: Lines We Cross

The Council: Lines We Cross

  • WpView
    Reads 614
  • WpVote
    Votes 83
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 24, 2026
Di kota Glory, di mana hukum dan kekacauan berjalan berdampingan, The Council berdiri sebagai penyeimbang yang tidak pernah diakui... tapi selalu dibutuhkan. Mereka bukan pahlawan. Bukan pula penjahat. Mereka hanya orang-orang yang memilih untuk tetap tinggal-menjaga satu sama lain, dan apa yang mereka sebut sebagai "rumah". Namun ketika tekanan dari kepolisian semakin kuat dan satu nama menjadi target utama, keseimbangan itu mulai runtuh. Sebuah keputusan diambil. Sebuah rencana dijalankan. Dan untuk pertama kalinya... The Council harus menghadapi satu hal yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya- bukan musuh dari luar, melainkan perpecahan dari dalam. Di antara loyalitas, ego, dan pengorbanan, setiap pilihan memiliki harga. Dan tidak semua orang... akan mampu membayarnya.
All Rights Reserved
#1
iana
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  "The Protector's Legacy: Love, Chaos, and the Choi Heirs
  • Just A Name
  • Force to Marry the Devil
  • Heir of 24 Hours
  • Terasingkan (On Going) (Slow Update)
  • Stay with you? Really?
  • Ferrell Harland Natio
  • The Baby Of Valderic
  • Changed || Caine Chana || FANFIC || S3 ON GOING
  • Transmigrasi: Dion or Daniel (Hiatus)

Jennie mendengus, lalu masuk ke dalam mobil. Saat Lisa hendak duduk di kursi depan samping supir, Jennie tiba-tiba bersuara. "Siapa bilang kau duduk di depan? Kau duduk di belakang, di sampingku. Aku ingin melihat seberapa hebat 'pahlawan' pilihan Appa ini saat aku sedang merasa bosan," perintah Jennie dengan nada meremehkan. Lisa terdiam sejenak, lalu mengangguk. "Baik, Nona."

More details
WpActionLinkContent Guidelines