FUCK BUT LOVE YOU
Phuwin pemuda berusia 20 tahun Julukan di kampusnya hanya satu: Troublemaker
Senyumnya manis, lidahnya tajam, dan otaknya selalu penuh rencana iseng yang bikin orang lain geleng-geleng kepala. Dia jago bikin masalah... lalu jago juga kabur dari masalah itu. Hidupnya seru, bebas, tanpa aturan. Anak emas yang paling dibenci dosen dan paling disayang semua cewek kampus. Nakal? Itu udara yang dia hirup tiap pagi. Prank, kabur dari kelas, balapan liar jam 2 pagi-bebas. Baginya, hidup tanpa aturan itu definisi bahagia.
Sampai semesta memutuskan untuk memeberikan nya "pelajaran".
Pelajaran itu bernama Pond.
Pond. 32 tahun. Pacar dari sahabat Phuwin sendiri, namun sial nya mereka terpaksa bersatu karena perjodohan.
Dewasa. Tenang. Tatapannya bisa bikin orang jujur tanpa disuruh. Wibawanya tinggi, suaranya rendah, dan kesabarannya... entah masih ada atau sudah habis karena Phuwin. Dia bukan tipe pria yang main-main. bahkan tatapannya bisa bikin Phuwin berhenti ngoceh selama 3 detik. Sayangnya, Pond juga pacar dari sahabatnya sendiri. Lebih parahnya lagi... dia adalah awal dari berakhirnya kebebasan Phuwin.
Dia pria yang sudah tahu mau apa dalam kehidupan nya. Dan yang dia mau bukan bocah nakal seperti Phuwin.
Tapi semesta punya selera humor buruk.
Mulai dari ketumpahan kopi, kejebak hujan di mobil yang sama, sampai disuruh kerja bareng proyek kampus sahabatnya-Phuwin dan Pond terus dipertemukan. Setiap pertemuan berakhir sama: Phuwin memancing, Pond menahan. Phuwin tertawa, Pond menghela napas panjang.
"Jangan main api, Phuwin. Kau bisa terbakar."
Phuwin hanya tersenyum miring. "Kalau yang bakar Om Pond... aku rela gosong." goda Phuwin.
Awalnya Phuwin menolak mentah-mentah.
"Gue? Dijodohin sama cowok yang hobinya kerja 24 jam? Mending gue dikurung di kamar tanpa WiFi."
Bagi Phuwin, Pond = aturan. Pond = jam malam. Pond = alarm yang bunyi tiap dia mau nakal. Pond adalah penjara emas yang jalannya pakai jas mahal.
penasaran dengan kelanjutan nya?