Daddy, He's The One! {PondPhuwin}

Daddy, He's The One! {PondPhuwin}

  • WpView
    Leituras 276
  • WpVote
    Votos 37
  • WpPart
    Capítulos 18
WpMetadataReadMaduroConcluída ter, abr 28, 2026
Tidak semua pertemuan datang di waktu yang tepat, dan tidak semua perasaan.. seharusnya tumbuh. Naren, seorang ayah yang pernah kehilangan segalanya, hanya ingin memperbaiki satu hal yang tersisa dalam hidupnya-anaknya, Nara. Kalen, seorang guru piano sederhana, hanya ingin menjalani hidup tanpa harus berharap terlalu banyak. Namun, satu keputusan kecil- sebuah tempat les musik, mempertemukan dua dunia yang seharusnya tidak bersinggungan. Di antara tuts piano dan nada-nada sederhana, perasaan itu tumbuh.. perlahan, tanpa izin. Dengan dunia Naren yang terlalu besar, dan dunia Kalen yang terlalu sederhana untuk ada di dalamnya. Saat bisikan mulai berubah menjadi suara, dan pandangan orang orang mulai menjadi tekanan, Kalen dihadapkan satu pilihan. Bertahan... atau, Melepaskan. Karna tidak semua yang terasa seperti rumah, ditakdirkan untuk di miliki. Dan tidak semua cinta, harus berakhir dengan kebersamaan.
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Nala dan Mas Juragan
  • EKSKALASI
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • Define the Relationship
  • Almost Married (On Going)
  • Dangerous Deal S1-S2 (on going)
  • R É G A L I S [REVISI]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo