Hana Mawariana

Hana Mawariana

  • WpView
    MGA BUMASA 54
  • WpVote
    Mga Boto 18
  • WpPart
    Mga Parte 18
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Thu, Mar 19, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Sebuah pertemuan yang tak disengaja di taman bunga, seharusnya tidak berarti apa-apa. Namun bagi Elian Arvendra, hari itu terasa berbeda. Di antara banyaknya orang yang pernah ia temui, Hana Mawariana adalah satu-satunya yang meninggalkan kesan yang tidak bisa ia abaikan. Bukan karena sesuatu yang mencolok, melainkan karena cara sederhana ia hadir-tenang, tulus, dan entah bagaimana... mengusik sesuatu yang telah lama Elian kubur. Elian bukan seseorang yang percaya pada perasaan dengan mudah. Masa lalunya mengajarkannya bahwa tidak semua yang datang akan bertahan, dan tidak semua yang terasa indah akan berakhir baik. Karena itu, ia memilih menjaga jarak. Tidak memberi harapan. Tidak membuka hati. Namun Hana berbeda. Semakin ia mencoba menghindar, semakin sering ia menemukan dirinya kembali pada Hana-pada senyumnya, pada cara bicaranya, pada perasaan asing yang perlahan tumbuh tanpa izin. Apa yang awalnya hanya pertemuan singkat, berubah menjadi kedekatan yang tidak direncanakan. Dan tanpa ia sadari, Elian mulai berada di titik yang paling ia hindari- jatuh cinta. Sebuah perasaan yang dulu ia janjikan untuk tidak ia rasakan lagi.
All Rights Reserved
#1
romansasendu
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Salah Status [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman