Never Know

Never Know

  • WpView
    Reads 4,431
  • WpVote
    Votes 770
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 10 hours ago
Chiquita si bungu harapan kakek. Laki-laki tua yang sudah berumur 70 tahun dengan kegigihan penuh memaksa si Bungsu untuk menjadi penerusnya. Setelah bertahun tahun dari anak bahkan menantu dan enam cucunya tak pernah mengatakan iya pada keinginan sang Kakek. Beruntung, Chiquita menjadi bungsu sesungguhnya di keluarga. Meski harus melawan kakek tua yang otoriter dan sering memukulnya tanpa sebab yang kuat. Chiquita bisa bertahan karena dua orang tua dan enam kakaknya. Keluarga hangat yang selalu memberinya kasih sayang dan menjadikannya berlian berharga keluarga. Meski mereka tidak tau bagaimana didikan Dongwook itu terbentuk. Walaupun dalam sembilan tahun pertama ia hidup, dia harus menerima kemarahan dan kekecewaan dua saudarinya yang lain. Kekecewaan akan kehadrian dirinya yang datang tiba-tiba. Bahkan meski itu adalah kehendak orang tua mereka sendiri.
All Rights Reserved
#202
angst
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Small Hands
  • The Servant [James Harem]
  • Jodoh Pilihan Mama
  • I'm Not Just a Figuran
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Last Hope - Cawooz
  • Same, But Not
  • Soul Sister ; Dua Jiwa Satu Luka
  • Love me or die
  • PESAN TERAKHIR
  • MAKNAE BABYMONSTER
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Garwo
  • Unwanted (Revisi dan publish ulang)
  • Love In My Heart | END
  • SECRET MARRIED {CHAPAMINZ)
  • STRANGER BLOOD
  • Pelukan Asa untuk Chiquita ( chisa )
  • Justine
  • An Invisible Heart

Rumah itu tidak pernah benar-benar kosong karena di balik dinding yang sunyi, tersimpan sesuatu yang belum pernah pergi. Dyasa dan Pharisya mulai menyadari kejanggalan, dimulai dari bekas tangan kecil di dinding, langkah kaki di lorong sepi, hingga dua anak yang terus memanggil mereka, seolah-olah mereka adalah orang yang telah lama ditunggu. "Akhirnya Mama pulang juga!" "Bunda... jangan pergi lagi." Mereka tidak pernah merasa memiliki anak. Namun, kedua anak itu... seolah-olah mengingat mereka dan menganggap mereka sebagai ibunya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines