SILENT VOICE (HYEONKEON)

SILENT VOICE (HYEONKEON)

  • WpView
    Reads 9,735
  • WpVote
    Votes 1,256
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jul 10, 2026
Sepuluh tahun lalu, kota Seoul diguncang oleh serangkaian pembunuhan berantai. Korban ditemukan dengan pola yang sama-kelingking kanan hilang, dan sebuah simbol T terukir di dada mereka. Kasus itu tidak pernah terpecahkan. Dan kini, sepuluh tahun kemudian, pembunuhan yang sama kembali terjadi. Malam yang dulu penuh kehidupan berubah menjadi sunyi mencekam. Orang-orang mulai percaya satu hal: Jika kau membuat suara di malam hari, dia akan datang. Ketika para detektif senior mulai gugur satu per satu, empat detektif muda ditugaskan untuk menghentikan teror itu. Sean. Kaelian. Jamian. Javian. Namun semakin dalam mereka menyelidiki kasus ini, semakin jelas bahwa pembunuh itu selalu selangkah lebih depan dari polisi. Seolah-olah... dia selalu berada di tengah penyelidikan itu sendiri. Lalu apakah empat detektif itu akan berhasil? Karya Orisinal : Ren_Biru since ; 21 Maret 2026
All Rights Reserved
#6
mystery
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • I Hate You... Right? -《hyeonkeon》
  • CHAO(S)TIC DUO || HYEONKEON
  • Secret Side of Him | seanho
  • Perjodohan (HyeonKeon)
  • I Wanna Be Yours [HYEONKEON]
  • Nemu Cogan Glandangan 《HyeonKeon》
  • My Fineshyt|HYEONKEON
  • RED;LINE
  • Foreseen || HyeonKeon ✔
  • ✓The Alpha's Return [HyeonKeon]

Sejak kecil, hidup Kean selalu tentang satu orang: Sean. Tetangga. Saingan. Musuh bebuyutan. Dengan orang tua yang sangat akrab dan nama mereka yang mirip hingga kebanyakan orang mengira mereka kembar, mereka selalu dibandingkan-nilai, sikap, bahkan hal-hal kecil yang seharusnya tidak penting. dia tidak pernah akur dengan Sean. Hingga masuk kelas 11, semuanya masih sama. Mereka tetap saling sindir dan bertengkar masalah sepele, saling menjatuhkan, dan seolah tidak bisa berada di satu tempat tanpa memulai pertengkaran. Tapi di tengah itu semua, ada sesuatu yang mulai membuat hal itu berubah. Hal-hal kecil tentang Sean yang dulu tidak pernah Kean pedulikan, kini justru terasa... berbeda. Cara Sean diam disaat semua orang ribut. Cara dia menatap tanpa banyak bicara. Dan kenapa, entah sejak kapan, Kean mulai memperhatikan itu semua. Di antara kebiasaan saling membenci, Kean mulai menyadari satu hal yang paling tidak ingin ia akui- Mungkin selama ini, perasaannya tidak pernah sesederhana benci.

More details
WpActionLinkContent Guidelines