Menawan, pintar, dan berbakat.
Tiga kata yang terdengar sederhana-
tapi tak pernah benar-benar mampu menjelaskan siapa mereka sebenarnya.
Dua orang, dua cerita,
dan satu rangkaian kebetulan yang perlahan berubah menjadi takdir.
Tapi... bagaimana semua itu bisa dimulai?
Maya Aurelia Safira, seorang gadis dengan mimpi yang tak pernah ia ucapkan keras-keras. Kini ia menjadi bagian dari SMA Negeri 2 Mentari-sebuah tempat yang awalnya terasa biasa saja.
Ia menjalani hari-harinya seperti biasa,
tanpa menaruh arti lebih pada hal-hal yang disebut "perasaan".
Sampai akhirnya-semuanya mulai berubah.
Di sisi lain-
Afandi Rayyan Akhtar.
Namanya jarang disebut,
kehadirannya hampir tak meninggalkan jejak.
Ia lebih sering diam daripada bicara,
lebih memilih mengamati daripada terlibat.
Mereka berada di ruang yang sama,
menghabiskan hari-hari yang sama-
namun tetap seperti dua garis yang tak bersinggungan.
Sampai suatu saat,jarak itu mulai berubah.
Bukan karena sesuatu yang besar,
melainkan hal-hal kecil yang nyaris tak berarti.
tatapan yang bertahan sedikit lebih lama,
dan momen sederhana yang perlahan terasa berbeda.
Sejak itu,
Afandi mulai diam-diam memperhatikan-
cara Maya tersenyum,
dan bagaimana suaranya terdengar lebih lembut dari yang lain.
Sementara Maya-
yang dulu tak pernah memahami rasa itu,
perlahan mulai merasakannya.
Awalnya asing.
Lalu membingungkan.
Hingga tanpa ia sadari, perasaan itu tumbuh.
dan dari situlah cerita yang tak pernah direncanakan mulai tumbuh.
Maya dengan dunia anggar-
melangkah cepat, tajam, dan penuh ambisi hingga namanya dikenal.
Afandi dengan dunia ice skating-
bebas, liar, dan penuh risiko, seperti caranya menikmati hidup.
Dua arah yang tak sama.
Namun anehnya, mereka tak benar-benar menjauh.
Di sela jarak dan kesibukan,selalu ada cara untuk kembali.karena pada akhirnya, bukan tentang seberapa jauh mereka berjalan,
melainkan tentang siapa yang tetap mereka tuju.
Seperti mimpi di siang bolong-
tak terduga, tapi nyata.
All Rights Reserved