DEADLY BEAUTY (Omegaverse)

DEADLY BEAUTY (Omegaverse)

  • WpView
    Reads 2,152
  • WpVote
    Votes 138
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 24, 2026
WARNING‼️🚫🔞 Bukan lapak straight, mohon bijak membaca, terima kasih. Elen Neverti Lelaki muda omega yang terlahir dengan kelainan, yaitu feromon yang dimilikinya. Hal tersebut yang membuat Elen harus mengalami pengasingan selama beberapa tahun di sebuah desa terpencil, di rumah neneknya. Uniknya, hanya dialami oleh seorang omega dan terdapat sekitar 2 persen di dunia yang memiliki feromon berjenis tersebut. Entah keberuntungan atau kemalangan, pemilik dari feromon ini harus memiliki kendali penuh atasnya. Jika tidak, siapa yang terkena dan tiada tahan, akan mengalami kesakitan yang luar biasa hingga berjumpa kematian. Hanya seorang matenya, yang bisa membuat tunduk feromon itu atau disebut dengan Deadly Beauty. "Tidak peduli siapa yang bisa melakukannya, Bahkan Aku lebih memilih mati karena feromonku". - Elen
All Rights Reserved
#833
abo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Auto Save!
  • ELION (bl)
  • Siapa yang boti sekarang?(BL lokal)
  • SOBER [OMEGAVERSE • TAMAT]
  • Enigma Heeki
  • LOVE and DESTINY (KENGNAMPING)
  • Mate By Accident [BL]
  • Menikah Untuk Melunasi Hutang Berujung Hamil (Tamat)
  • ENEMIES TO LOVERS
  • Lysander Lowell De Villiers

​"Bang, sumpah gue capek direvisi terus. Pengen resign terus nikah sama sugar daddy aja rasanya." "Kirimkan syarat pendaftarannya ke saya." "Hah? Pendaftaran apaan? Staf desain baru?" "Pendaftaran untuk menjadi laki-laki yang membiayai seluruh sisa hidup kamu." "Bang, kata anak-anak, Abang baru aja nolak Kak Dita ya? Padahal dia primadona kampus loh." "Itu bukan urusan kamu." "Lagian Abang nyari standar yang kayak gimana sih? Yang modelan bidadari turun dari kahyangan aja ditolak mentah-mentah." "Saya mencari yang berantakan, paling susah diatur, hobi begadang, dan selalu membantah ucapan saya..." "..." "Dan wangi tubuhnya seperti permen stroberi." Javas Mahesa (Jaja) mengira kutukan terburuknya sebagai mahasiswa DKV adalah urban legend hantu gantung diri di kosan lantai empatnya. Ternyata dia salah besar. Bencana aslinya justru berwujud Rendra Aditama, mahasiswa tingkat akhir Fakultas Hukum sekaligus koordinator divisinya yang kaku, galak, dan punya hobi meneror kanvas Figma milik Jaja dua belas jam sehari. Berawal dari keterpaksaan berburu sertifikat kelulusan, Jaja pikir penderitaannya di bawah kekuasaan kursor biru itu hanya sebatas nasib staf bawahan yang tertindas. Namun, dengan semua rentetan revisi tanpa ampun, kating hukum itu rupanya menyimpan agenda lain. Rendra tidak hanya berniat mendominasi kanvas desain Jaja, tapi juga seluruh perhatian, waktu, dan detak jantung mahasiswa baru yang selalu membuatnya pusing itu. Selamat datang di pusaran Nawasena Project. Tempat di mana revisi desain tidak pernah selesai, dan sikap posesif ugal-ugalan bersemi secara paksa dari sebuah ruang kerja digital. [Rank #1 - di #kampus 03/06/2026] [Rank #4 - di #bllokal 26/05/2026] [Rank #11 - di #boyslove 16/06/2026] Di-publish pertama kali pada Mei 2026.

More details
WpActionLinkContent Guidelines