Miskom: Identitas (Hiatus)

Miskom: Identitas (Hiatus)

  • WpView
    Reads 35
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 16, 2026
Kesalahpahaman dapat terjadi sebab miskomunikasi, dan itu yang terjadi pada risky. Publik memandang dirinya sebagai seorang cowok karna penampilan dan sikapnya. Mendengar pernyataan itu, Risky tidak pernah menyetujui, tapi juga tidak pernah membantah opini publik. Mendaftar ke tim baseball, dan menjadi satu-satunya cewek yang lolos tes. Risky Mendapat keuntungan dari opini publik, risky dapat bermain di tim baseball nya dengan baik, Tidak ada kecanggungan yang terjadi jika selama dirinya dipandang sebagai cowok di dalam timnya. Tapi... Apakah semua akan berjalan lancar? Sebaik apapun menyimpan bangkai, baunya akan tetap tercium, bukan?. (Aku Hiatus sampai aku lulus) Karya: momolen
All Rights Reserved
#13
baseball
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LUKISAN SEMI DI WAJAH BADAI
  • Ost. Anime Lyrics
  • My Alpha [REVISI]
  • The Magician's Academy
  • What Actually Happened? { Terbit }
  • Sang Fighter
  • Short Creepy pasta✔
  • ELEEYA : Who I Am? (HIATUS)
  • World of Elves ✔
  • Peek-a-boo [Selesai]

Pernah nggak sih kamu merasa kalau hidupmu itu cuma sekadar kumpulan detak jantung yang menunggu untuk berhenti? Seolah-olah kamu cuma hantu yang terjebak di dunia yang terlalu berisik, sampai akhirnya ada satu orang yang datang dan memaksa parumu buat belajar cara bernapas lagi? Selamat datang di tahun 2020. Tahun di mana semesta mendadak bisu, memerintahkan kita buat bersembunyi di balik kain penutup wajah dan saling menjauh seolah-olah keberadaan orang lain adalah racun. Tapi di tengah sunyinya koridor kelas 9-A, sebuah anomali baru saja mendarat. Kenalin, ini Ferdinand. Dia mungil, dia dingin, dan dia membawa aroma musim dingin Paris yang sama sekali nggak cocok dengan udara Bandung yang lembap. Ferdinand bukan cuma sekadar cowok pendiam; dia adalah sebuah teka-teki yang sengaja dikunci rapat. Di balik hoodie kebesarannya, dia menyembunyikan badai besar yang sedang mengamuk di matanya - sebuah trauma purba yang bikin dia percaya kalau kesepian adalah satu-satunya benteng yang paling aman. Lalu, hadirlah Lilis*. Dia itu personifikasi dari fajar yang menolak buat padam. Lilis adalah tawa yang paling nyaring di tengah kelas, pemuja setia lirik-lirik Taylor Swift yang percaya kalau setiap patah hati punya melodi, dan setiap badai, betapa pun gelapnya, selalu punya sisi puitis yang layak buat dilukis. Dia adalah satu-satunya orang yang cukup nekat buat mendekat, saat semua orang memilih buat lari dari tatapan Ferdinand yang mematikan. "Fer, di wajah kamu itu sebenarnya ada musim semi yang lagi sembunyi. Izinkan aku jadi orang pertama yang melukis jalan pulangnya, ya?" ucap Lilis suatu sore di balkon sekolah, saat langit Dago lagi pamer warna lembayung yang paling cantik. "Aku cuma mau mengajakmu duduk di pojok kelas 9-A sebentar. Saksikan gimana jarak satu setengah meter bisa menjadi jurang yang paling dalam antara dua manusia. Siap buat terjatuh ke dalam lukisan yang warnanya mungkin nggak akan pernah bener-bener kering ini?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines