the poet

the poet

  • WpView
    Reads 7,037
  • WpVote
    Votes 650
  • WpPart
    Parts 27
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 1, 2026
Astereon zarael morfeth diumur 7 tahun, hal yg paling ia ingat adalah wajah pengawal ayahnya yg menurunkannya dari kereta kuda didepan orphanage , pria berpakaian khas petinggi prajurit itu tanpa banyak kata langsung memeluknya erat. Meski tak memberikan aster penjelasan apapun atau bahkan mengucapkan kalimat perpisahan, tapi wajah pria itu sudah mengatakan segalanya, ia menyesal tapi tidak berhak melawan. Keputusan tuan besar yg menyesakkan tidak bisa dibantah oleh siapapun, apalagi hanya oleh seseorang seperti nya,pada tuan kecil yg mengorbankan masa kecilnya. "Jangan sedih caspi, papa bilang besok atau lusa aster akan dijemput, kakak yg akan jemput sama jemput ester juga, iya kan??" Sayangnya,kata yg sangat ia yakini dan ucapkan dengan tanpa ragu-ragu itu adalah harapan pertama dalam hidup nya yg hancur lebur. Nyatanya sampai sekarang, papa nya tidak pernah menjemput nya, apakah mereka lupa padanya?? Bagaimana dengan ester? Kembaran nya, apakah saudara nya itu dijemput juga?
All Rights Reserved
#5
pangeran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  •  Tumapel : kehidupan keduaku adalah bagian dari sejarah yang telah berubah
  • LADY AINSLEY
  • Extra Love Story [END]
  • The Duke's Daughter "Seraphine de Nocteviel"
  • Duchess of Valtor
  • Boodschap
  • BUN𝖦A PRIBUΜI |ᴅɪғғᴇʀᴇɴᴛ ʙʟᴏᴏᴅ| [END]
  • 1965 : A Name Unwritten in History - A Pierre Tendean Story
  • Permaisuri Palsu dan Harem Yang Kucuri
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)

Apa yang bisa dilakukan seorang gadis pendiam di tengah kengerian perang abad ke-13? Bagi Ayu, Yogyakarta modern kini terasa seperti mimpi yang jauh, digantikan oleh realita Tumapel yang kejam dan penuh rahasia. ​Ia tahu siapa yang akan menang. Ia tahu siapa yang akan dikhianati. Namun, pengetahuan itu perlahan berubah menjadi racun: Bolehkah seseorang mengubah takdir dunia demi nuraninya sendiri? Di dunia di mana suara perempuan sering kali dibungkam, Ayu menyadari bahwa kebenaran yang ia bawa jauh lebih mematikan daripada ujung keris manapun. Akankah suaranya menjadi penyelamat, atau justru menjadi pemicu kehancuran yang lebih besar?

More details
WpActionLinkContent Guidelines