Harin percaya kamera hanya menyimpan kenangan.
Sampai suatu hari, ia menyadari-
tidak semua yang terekam benar-benar nyata.
Di dalam rekamannya, mereka selalu ada.
Tertawa, berlari, seolah dunia ini milik mereka.
Namun di dunia nyata, tidak ada yang mengingat.
Satu per satu, mereka menghilang.
Tanpa jejak. Tanpa alasan.
Kecuali satu.
Hana.
Gadis yang tetap tinggal di setiap frame,
seolah menunggu sesuatu-atau seseorang.
Jika kenangan bisa bertahan di dalam lensa,
lalu kenapa mereka tetap memudar?
Todos los derechos reservados