TETHER
  • WpView
    Reads 64,279
  • WpVote
    Votes 5,495
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 20, 2026
"Berisik, Bocah. Mau gue kasih cara biar diem?" Di jalanan, Garlio Sylus itu definisi masalah. Dia tengil, bermulut tajam, dan nggak pernah bisa diam kalau nggak dipancing keributan. Semua orang kena semprot omongan pedasnya, kecuali satu orang: Arzeus Drake. Garlio hobi banget ngetes kesabaran abangnya. Dia bakal ngerengek manja, cari perhatian dengan cara yang paling nyebelin, sampai sengaja bikin Arzeus naik darah. Dia pikir dia jagoan yang bisa kabur kapan saja. Tapi Arzeus punya seribu satu cara buat bikin jagoan kecil itu lemas seketika dan Garlio bakal langsung berubah jadi peliharaan yang pasrah. Garlio boleh saja jadi "raja" di luar sana, tapi di depan Arzeus, dia cuma Anjing Kecil yang nggak bakal pernah dibiarkan lepas dari genggaman. --- "Lanjutin aja tengilnya, Garlio. Gue suka liat lo pasrah pas tenaga lo habis di tangan gue."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dunia Elgra [ END ]
  • Crazy Obsession
  • CREEPY FAMILY
  • DARK FAMILY
  • Kafka
  • ARESPATI
  • The Lost Cael
  • BE(LIE)VE
  • Father's Return
  • Boys In The Kost

Mereka yang dulu mengabaikannya, kini tiba-tiba peduli padanya. *** Elgra tidak pernah benar-benar merasa hidup-hingga ia hampir mati. Setelah terbangun dari koma yang nyaris merenggut segalanya, Elgra membawa sesuatu yang tak kasatmata-mimpi. Bukan sekadar bunga tidur, melainkan potongan masa depan yang terasa terlalu nyata untuk diabaikan. Dalam mimpinya, ia melihat kematiannya sendiri-dingin, sunyi, dan tragis. Pelatuknya ditarik oleh seseorang yang paling tidak ia duga-Nolan, kakak keduanya. Sejak saat itu, dunia Elgra berubah. Anak yang selama ini hanya menjadi pengganti-bayangan dari Algra, si bungsu Nathalion yang menghilang-memilih untuk menarik diri. Ia menjadi lebih diam, lebih waspada, dan diam-diam menyusun rencana untuk melarikan diri dari takdir yang seolah sudah ditulis untuknya. Karena untuk pertama kalinya, Elgra ingin hidup, walau dunia tak pernah benar-benar menginginkannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines