Pangeran Kodok

Pangeran Kodok

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 18, 2026
Aku hanya seorang pelayan di sebuah kastil tua. Kami memasak, membersihkan, dan menjalankan satu aturan: jangan pernah bertemu pangeran. Katanya, ia mengasingkan diri. Katanya, itu demi keselamatan kami. Sampai suatu malam, aku tidak sengaja menabraknya di lorong gelap. Dan sejak saat itu... hidupku tidak pernah sama lagi.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lady Mafia [TERBIT]
  • The Wicked Wife's Past Strikes Back
  • Pernikahan di Balik Mahkota [END]
  • ATEYA
  • A Family of Villains
  • Sera, in Another Beginning
  • Transmigration of Lady Antagonist
  • Transmigrasi Ke Tubuh Ratu Mandul
  • Ibu Antagonis (21+) Lovable Son
  • Transmigration : children of a tyrannical emperor (BL)

Mati karena tersedak Boba? Sungguh itu cara yang memalukan bagi Zora, pembunuh bayaran profesional dari organisasi 'Crimson Viper'. Namun, takdir memberinya kesempatan kedua dalam tubuh Rosalind von Astley-seorang putri Duke yang cantik, manja, dan sedang berada di ambang kebangkrutan karena hobi belanjanya yang gila. Rosalind dibenci semua orang, termasuk tunangannya sendiri, Grand Duke Samuel von Valerius, sang "Dinding Besi" yang dingin dan kejam. Zora hanya ingin satu hal: Hidup malas, mewah, dan pensiun dengan tenang. Tapi rencana itu berantakan saat Samuel mulai mencurigai perubahan "calon istrinya". mengapa gadis manja yang biasanya menangis histeris, sekarang bisa menumbangkan pembunuh bayaran. "kau bilang kau hanya suka uang, Rosalind. tapi kenapa saat kau memegang senjata, matamu terlihat lebih hidup daripada saat melihat tumpukan emas?" Bagi Zora, cinta itu mahal. tapi nyawa musuh? Harganya hanya sepuluh ribu koin emas per kepala.

More details
WpActionLinkContent Guidelines