Harraz dan Azka adalah dua remaja yang seperti minyak dan air-mustahil bersatu tanpa menimbulkan kekacauan. Harraz dikenal dengan sikap santainya yang kelewat tengil, selalu punya jawaban nyeleneh untuk segala hal. Sementara Azka tak kalah menyebalkan: cerdas, tajam, dan hobi sekali memancing emosi orang, terutama Harraz.
Pertemuan mereka bukan awal dari kisah manis, melainkan rangkaian adu mulut, saling ejek, dan kompetisi tak penting yang entah kenapa selalu berakhir ricuh. Dari rebutan tempat duduk, kerja kelompok yang penuh sabotase kecil, sampai perang dingin yang berubah jadi perang terbuka-semuanya terasa seperti rutinitas.
Namun di balik semua pertengkaran itu, ada sesuatu yang perlahan berubah. Tatapan yang terlalu lama, perhatian yang diam-diam muncul, dan momen canggung yang sulit dijelaskan. Sayangnya, mengakui perasaan jelas bukan keahlian mereka-terlalu gengsi, terlalu keras kepala.
Di antara tawa, kekacauan, dan dialog penuh sindiran, Harraz dan Azka harus menghadapi satu pertanyaan besar: apakah mereka akan terus jadi musuh bebuyutan, atau justru tanpa sadar sudah jatuh pada satu sama lain?
Sebuah kisah remaja yang ringan, penuh humor, dan manis dengan cara yang paling tidak terduga.
All Rights Reserved