Bayangan Keadilan

Bayangan Keadilan

  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Mar 22, 2026
"Nama 'Hasan' berarti kebaikan, tapi bagiku, itu adalah nama dari sebuah mimpi buruk yang tak pernah berakhir." Tiga belas tahun Satria hidup dalam bayang-bayang trauma. Di sebuah desa yang memuja sosok Hasan sebagai pahlawan dan teladan, hanya Satria yang tahu busuk di balik topeng wibawa pria itu. Hukum menutup mata, warga desa menutup telinga, dan keadilan seolah mati di tangan mereka yang berkuasa. Satria tidak lagi bisa menunggu. Di usianya yang kedelapan belas, ia memutuskan bahwa jika dunia tidak bisa memberikan keadilan, maka ia sendiri yang akan menjemputnya. Malam ini, di bawah rintik hujan Desa Harapan Jaya, Satria berdiri di kegelapan gang. Di tangannya ada sebuah pilihan pahit, dan di depannya ada sosok yang harus membayar hutang masa lalu. Apakah ini sebuah keadilan, atau sekadar dendam yang membutakan? Sebuah kisah tentang luka yang tak pernah pudar, kemunafikan yang terstruktur, dan perjalanan seorang remaja dalam mencari arti keadilan yang sesungguhnya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CENAYANG (XingQiu)
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • TUMBAL PESANTREN
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • Hah!Dukun?
  • Sukma Lara [END]
  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • UNIT KOSONG (TAMAT)

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines