"Beberapa pohon diciptakan untuk tetap tinggal, sementara bunganya ditakdirkan untuk terbang mencari langit yang lebih tinggi."
Kenriz tahu bahwa senja di Taman Budaya sore itu adalah sebuah pamitan yang tidak terelakkan. Di balik petikan gitar yang gelisah, ada Marsha yang berdiri di ambang keraguan antara mengejar mimpi besar di Tokyo atau tetap mendekap akar yang selama ini menguatkannya. Namun, bagaimana cara melepaskan, jika setiap sudut tempat ini hanya menyimpan memori tentang cara untuk bertahan?
Ini bukan sekadar cerita tentang perpisahan, melainkan tentang janji yang dipahat di bawah ranting yang sama. Di tengah riuh dukungan dari sahabat dan senior yang menyebutkan bahwa "pulang" adalah sebuah kepastian, Kenriz memilih untuk menjadi satu-satunya titik yang tidak akan pernah berpindah. Ia akan tetap di sana, membiarkan musim berganti dan daun berguguran, hanya untuk memastikan bahwa saat sang bunga lelah terbang, ia masih memiliki tempat untuk bersandar.
Dapatkan sebuah rasa tetap utuh ketika jarak ribuan mil mulai mengikis percakapan menjadi sekadar gema?
Detail Tambahan:
- Genre: Slice of Life / Romance / Angst
- POV: Third Person
- Peringatan Konten: Mengandung bawang dan rindu yang tidak tersampaikan.
All Rights Reserved