Antara Gengsi dan Tatapan

Antara Gengsi dan Tatapan

  • WpView
    LECTURAS 27
  • WpVote
    Votos 7
  • WpPart
    Partes 5
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, mar 22, 2026
Carmen tidak pernah berniat jatuh cinta-terlebih pada seseorang yang terlalu dekat dengan dunianya Haechan, kakak kelas yang selalu terlihat santai, hangat, dan penuh tawa... juga adalah sahabat dekat Jaemin, abang Carmen sendiri. Terlalu berisiko. Terlalu memalukan kalau sampai ketahuan Itulah kenapa Carmen memilih satu hal: gengsi Diam-diam memperhatikan Diam-diam mencari Dan diam-diam berharap... tanpa pernah benar-benar berani mengaku Namun semakin ia mencoba menyembunyikan perasaannya, semakin jelas semuanya terlihat-terutama bagi Haechan, yang perlahan mulai menyadari kehadiran Carmen yang tak pernah benar-benar jauh darinya Saat perhatian berubah menjadi kebiasaan, dan kebiasaan berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam... Carmen dihadapkan pada pilihan: tetap bersembunyi di balik gengsi, atau akhirnya jujur-meski harus menghadapi kemungkinan terburuk Karena terkadang, yang paling menyakitkan bukanlah ditolak... melainkan tidak pernah berani mengatakan apa yang sebenarnya kita rasakan. 💙 Sebuah cerita tentang gengsi, tatapan diam-diam, dan keberanian kecil yang akhirnya mengubah segalanya
Todos los derechos reservados
#609
bxg
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Kafka
  • baby boy ( cillo )
  • Selina
  • Memetik Bulan
  • I am perfect
  • ​The Emperor's Triple Trouble (Season 2)
  • 𝐎𝐍𝐄 𝐒𝐇𝐎O𝐓🔞 •VKOOK
  • One Shoot my baby KIM SUNOO II 🔞!
  • Hasrat
  • Kumpulan Cerpen Dewasa Tamara Aruna
Kafka

"Ini adalah Kafka. Dia adalah anak angkatku. Meskipun dia tak bisa berbicara sepenuhnya, dia masih bisa mengucapkan huruf vokal. Dan terkadang dia sedikit ceroboh karena penglihatannya yang terbatas. Saya harap kalian bisa akrab dan menerimanya" Wanita itu memperkenalkan anak laki-laki disampingnya kepada para lelaki yang berbeda usia di depannya. Anak yang bernama Kafka itu sedikit takut dengan keluarga barunya. Ia tak bisa melupakan cerita yang selalu terngiang-ngiang dikepalanya bahwa ia akan mati ditangan si bungsu Limberg. Jadi sebisa mungkin ia akan bertindak baik dan tidak terlalu berinteraksi dengan si bungsu. Apakah Kafka mampu menanganinya? Cr pict : Pinterest

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido