Script of the scorched villain [bl]

Script of the scorched villain [bl]

  • WpView
    Reads 81,059
  • WpVote
    Votes 5,731
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadComplete Mon, May 25, 2026
Renaldi terbangun dengan rasa pening yang luar biasa, seolah-olah kepalanya baru saja dihantam truk tronton. Saat kelopak matanya terbuka, ia tidak melihat langit-langit kosannya yang berjamur. Sebaliknya, ia menatap langit-langit kamar setinggi lima meter dengan ukiran emas bergaya Baroque. "Tuan Muda Xander? Anda sudah bangun?" Suara berat itu membuat Renaldi tersentak. Di samping tempat tidur King Size itu, berdiri seorang pria paruh baya mengenakan setelan pelayan (tuxedo) yang sangat rapi. Renaldi mengerjap. 'Xander? Siapa Xander?' Seketika, sebuah memori asing menghantam otaknya seperti arus listrik. . . Renaldi rengkarnasi manjadi antagonis di novel!! Renaldi ingin mengubah alur cerita nya agar Renaldi tidak mati lagi di tubuh antagonis itu. Renaldi ingin hidup tenang dan mencari pasangan yang manis! . . . eh tapi kok sejalan waktu berlalu. 'novel ini itu normal, tapi kok jadi belok begini?!' batin Renaldi _________ penasaran dengan kelanjutannya? kenapa gak gas baca aja langsung?!! kasih vote, jangan lupa gess! biar author itu senang lanjut tin alur ceritanya! ingin oyy! vote dan komen kalo mau gess!
All Rights Reserved
#46
bxb
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love After Hate
  • Diary Transmigrasi Budak Koporat / BL - BXB Boyslove
  • Setelah Mama Menikah
  • Flutterby (Segera Terbit)
  • Kondangan Mantan
  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Little Prince
  • Shaken by Her
  • MY EX-RIVAL
  • Monokrom

Axel membenci Levi lebih dari apa pun. Baginya, Levi adalah alasan kenapa adiknya meninggal. Sejak hari itu, hidup Axel berubah berantakan. Amarah, dendam, dan rasa kehilangan membuatnya terus hidup hanya untuk menyalahkan satu orang: Levi. Dan anehnya, Levi tidak pernah membela diri. Cowok itu tetap diam dengan wajah tenang yang justru semakin membuat Axel muak. Tidak peduli sekeras apa Axel mendorong, menghina, atau melukai dirinya dengan kata-kata tajam, Levi selalu memilih menahan semuanya sendiri. Sampai perlahan, Axel mulai sadar... Ada sesuatu yang disembunyikan Levi. Tatapan kosongnya. Tangan yang sering bergetar diam-diam. Luka-luka yang tidak pernah terlihat orang lain. Dan fakta bahwa Levi ternyata menyimpan trauma yang jauh lebih dalam daripada yang Axel bayangkan. Semakin dekat Axel pada kebenaran, semakin besar rasa takut yang muncul di dalam dirinya. Karena jika Levi bukan pembunuh adiknya... Berarti selama ini Axel telah membenci orang yang salah. Dan mungkin, tanpa sadar, juga menghancurkan seseorang yang sebenarnya sama hancurnya dengan dirinya sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines