Di balik rumah besar keluarga Bara, tersimpan luka yang tidak pernah benar-benar sembuh.
Bara adalah ayah yang tegas dan disiplin. Baginya, keluarga harus berjalan sesuai aturan. Ia mencintai anak-anaknya, namun caranya melindungi sering kali terasa seperti pengekangan.
Prima, sang ibu, adalah kebalikan dari Bara. Lembut, penuh kasih, dan selalu menjadi tempat berlabuh ketika emosi dalam rumah itu mulai memanas.
Winarta, anak pertama, tumbuh menjadi sosok yang pendiam dan bijaksana. Ia jarang bicara, tetapi selalu melihat lebih banyak dari yang orang lain sadari. Banyak hal yang ia pendam sendiri, terutama demi adiknya.
Tata, anak kedua, adalah warna cerah di rumah itu. Ceria, ramah, dan banyak bicara. Ia menyayangi keluarganya, namun lebih sering memilih menjadi penonton daripada terjebak dalam konflik yang terlalu rumit.
Dan Nina...
Anak bungsu yang paling keras kepala.
Nina tumbuh dengan tubuh yang tidak sekuat keinginannya. Sejak kecil ia harus keluar masuk rumah sakit, menjalani pengobatan panjang yang tak pernah benar-benar selesai. Obat, suntikan, dan kontrol rutin sudah menjadi bagian dari hidupnya.
Karena itulah keluarganya begitu melindunginya.
Terlalu melindungi.
Namun bagi Nina, semua itu terasa seperti penjara.
Ia ingin hidup seperti remaja lain. Tertawa bebas, keluar malam, merasakan adrenalin, dan membuat pilihan untuk dirinya sendiri-meskipun tubuhnya sering mengkhianati.
Di tengah keluarga yang penuh cinta tetapi juga penuh aturan, Nina mulai melawan.
Sementara itu, Winarta diam-diam menjadi satu-satunya orang yang benar-benar memahami keinginannya.
Rahasia kecil mulai tercipta.
Kebohongan kecil mulai terjalin.
Dan suatu hari, ketika semua rahasia itu terbongkar...
keluarga ini akan dipaksa menghadapi satu kenyataan pahit:
melindungi seseorang...
tidak selalu berarti menyelamatkannya.
All Rights Reserved