Rumah seharusnya jadi tempat paling nyaman untuk pulang.
Tapi bagaimana kalau justru rumah adalah alasan seseorang ingin pergi?
Nara terbiasa hidup di antara suara piring yang beradu, pintu yang dibanting, dan kata "capek" yang selalu menggantung di udara. Di rumahnya, tidak ada yang benar-benar jahat, hanya orang-orang yang sama-sama lelah, tapi tidak tahu cara saling menyembuhkan.
Ayahnya pergi tanpa penjelasan.
Ibunya bertahan tanpa kebahagiaan.
Dan Nara hanya mencoba tidak hancur di tengah semuanya.
Sampai suatu hari, Raka datang. Dengan cara sederhana, dia menawarkan sesuatu yang tidak pernah Nara punya:
Tempat untuk pulang.
Namun, ketika rahasia demi rahasia mulai terbuka, Nara harus memilih bertahan di rumah yang perlahan menghancurkannya, atau pergi dan menghadapi kenyataan yang mungkin lebih menyakitkan.
Karena pada akhirnya, tidak semua orang beruntung memiliki rumah. Dan tidak semua yang terlihat utuh benar-benar tidak retak.
"Kadang, yang paling menyakitkan bukan kehilangan rumah, tapi menyadari bahwa kamu tidak pernah benar-benar memilikinya."
All Rights Reserved