Rumah yang Tidak Pernah Pulang

Rumah yang Tidak Pernah Pulang

  • WpView
    Reads 44
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 17, 2026
Rumah seharusnya menjadi tempat yang paling nyaman untuk pulang. Tapi bagaimana kalau justru rumah adalah alasan seseorang ingin pergi? Nara terbiasa hidup di antara pertengkaran yang tak pernah selesai, meja makan yang terlalu sunyi, dan orang-orang yang tinggal bersama tetapi semakin sulit memahami satu sama lain. Ayahnya pergi. Ibunya tetap bertahan. Dan Nara hanya mencoba menjalani hari demi hari tanpa ikut runtuh. Sampai suatu hari, sebuah surat lama yang tidak pernah dikirim membuatnya melihat keluarganya dengan cara yang berbeda. Nara mulai menyadari bahwa selama ini bukan hanya dirinya yang terluka. Ada orang-orang yang diam-diam berusaha bertahan sendirian. Ada perasaan yang tidak pernah sempat diucapkan. Dan ada beberapa penyesalan yang datang ketika waktu tidak lagi sebanyak yang kita kira. "Yang paling menyakitkan bukan kehilangan rumah. Melainkan terlambat memahami orang yang selama ini kita sebut rumah."
All Rights Reserved
#15
kehidupan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Antagonis Hates Socializing [End]
  • Secret Relationship
  • desa kawitan [END]
  • ELION (bl)
  • ELIAN ✓
  • LINTANG PANJER WENGI END
  • Desa Jragat [End] [Revisi]
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Auto Save!

"Kalau aku tahu baca novel murahan bisa bikin mati, aku pasti udah berhenti dari dulu." Calyza membuka mata di kamar mewah. kepalanya sakit. pelayan menangis. dan seseorang berkata; "Nona Nyzelle akhirnya sadar..." Lalu Calyza melihat cermin. dan langsung berkata; "... sial."

More details
WpActionLinkContent Guidelines