Forgotten
  • WpView
    Reads 15
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 26, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Growth and Self-Discovery
Illness
Religion and Spirituality
Sepi. Hanya itu saja. Tak ada yang peduli. Aku hidup sendirian terlalu lama sampai kesepian terasa seperti ruangan yang ikut bernapas di dalam kepala. Setiap hari berjalan dengan cara yang nyaris sama: bekerja, pulang, menulis, merawat kucing, lalu kembali tenggelam ke dalam pikiranku sendiri yang tak pernah benar-benar diam. Di luar sana, orang-orang tampak mudah menemukan seseorang untuk pulang bersama. Aku hanya menatap mereka dari kejauhan, sambil bertanya-tanya mengapa hidup begitu tega membiarkanku terus berdiri di sisi yang sama, tanpa tangan yang menggenggam, tanpa suara yang memanggil namaku dengan hangat. Namun yang paling sulit bukanlah sunyi itu sendiri. Yang paling sulit adalah melawan diriku sendiri. Melawan suara-suara yang terus menyuruhku menyerah, melawan pikiran yang pelan-pelan meyakinkanku bahwa aku memang ditakdirkan untuk sendiri. Di tengah semua itu, aku tetap memegang satu tujuan yang terasa sederhana sekaligus mustahil: menemukan seseorang yang bisa menjadi pasanganku, cintaku, dan sekaligus jawaban atas pertanyaan yang sejak lama menggerogoti dadaku. Kenapa aku selalu sendiri, dan sampai kapan hidup akan terus menganggapku sebagai pengecualian?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Wismatama
  • REGAN's Crazy Wife
  • Transmigrasi  Ren
  • PROYEK SATU TAHUN
  • "Liburan" Bonus Suami
  • Sastru Pinanganten
  • ELION
  • Lysander Lowell De Villiers
  • Ritual Rasa

"Saya tidak pernah mau menikah dengan kamu, tapi karena paksaan saya menerimanya." ••••• Di usianya yang menjelang 30 tahun, Wismatama Pradana Kusuma dikenal sebagai perwira TNI AD yang dingin. Ketegasannya di sana membuat junior gemetar, kedisiplinannya mutlak, dan sorot matanya yang tajam seolah mampu menguliti siapa saja hidup-hidup. Namun, benteng pertahanan itu seketika diuji oleh kehadiran Mahesa Narendra-pemuda yang setiap tingkahnya selalu membuat Wisma ingin melemparnya langsung ke barak militer. Baru menginjak usia 23 tahun, Mahesa adalah produk dari kasih sayang orang tua yang berlebihan. Ia gampang merajuk, rapuh, dan teramat manja. Sifat ketergantungan Mahesa inilah yang memicu naluri Wisma untuk mendisiplinkannya dengan tangan besi. Takdir ironis menyatukan mereka lewat perjodohan paksa demi mempertahankan keutuhan hubungan dua keluarga. Di tengah badai ego, Wisma bersumpah tidak akan pernah menaruh rasa pada pemuda manja itu. Di sisi lain, Mahesa tak tinggal diam dan siap membalas setiap sikap kaku sang tentara tanpa berpikir dua kali. Akankah disiplin militer meluluhkan hati yang manja, atau justru kehangatan Mahesa yang meruntuhkan keangkuhan sang perwira? #Boyslove #Mpreg

More details
WpActionLinkContent Guidelines