Barista Sugar Free

Barista Sugar Free

  • WpView
    Reads 4,297
  • WpVote
    Votes 766
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Thu, Jun 18, 2026
Di sebuah kafe besar di sudut Jakarta, Razzahra Nara Kaveena terbiasa meracik kopi, bukan perasaan. Bagi Ara, semua orang sama. Datang, memesan, tersenyum, lalu pergi. Beberapa mungkin meninggalkan kesan, tapi tidak ada yang benar-benar tinggal. Ia terlalu sibuk bertahan hidup untuk memikirkan hal seperti cinta. Sampai Anarica Tavienne datang. Mahasiswi kedokteran itu tidak pernah banyak bicara. Selalu memesan hal yang sama. Americano. Tanpa gula. Dan selalu dengan tatapan dingin yang tak pernah bisa Ara baca. Tidak seperti yang lain, Chika tidak pernah tersenyum padanya. Tidak pernah luluh oleh candaan, apalagi perhatian kecil yang biasa membuat pelanggan lain bertahan lebih lama. Dan justru itu yang membuat Ara tidak bisa berhenti memperhatikan. Semakin sering mereka bertemu, semakin Ara sadar, ini bukan sekadar rasa penasaran. Ini sesuatu yang lebih dalam. Sesuatu yang perlahan tumbuh, tanpa ia minta. Tapi Chika bukan seseorang yang mudah didekati. Di balik sikap dinginnya, ada masa lalu yang membuatnya memilih untuk tidak lagi percaya pada cinta. Dan Ara... mungkin hanya akan menjadi satu lagi kebiasaan yang harus Chika tinggalkan. Atau, satu-satunya yang akhirnya tidak bisa ia lepaskan. ☕ "Americano. Free Sugar." "Kaya kamu?" #fiksi #gxg
All Rights Reserved
#58
azizi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gadis cerewetku [Chikara]
  • between us
  • MPS
  • dunia kita BERBEDA
  • Di Pertemukan Oleh Takdir
  • My mom posesif [END]
  • Kost Demit
  • Sea Distance And Us
  • Berandal Jakarta - Kisah Ara dan Chika
  • Amor Haerens

❗GxG STORY❗ Aku Ara, Aku kembali lagi ke kota masa kecilku. Tempat semua kenangan tentang dia masih tersimpan rapi di kepalaku. Chika si gadis cerewet yang dulu selalu nempel sama aku, yang dulu pernah aku peluk waktu dia nangis, yang dulu... pernah bilang aku rumahnya. Tapi sekarang dia nggak ingat aku sama sekali. Dia berubah atau mungkin... aku yang terlalu berharap. Tapi satu hal nggak berubah... Aku masih sayang dan aku di sini buat jaga dia, kayak dulu. Walaupun cuma dari jauh. Semoga kita kembali seperti dulu lagi Chik.

More details
WpActionLinkContent Guidelines