Arvye baru berusia sembilan belas tahun. Bakatnya pun hanya menggambar, dan... Melihat hantu. Juga, ia baru di bebaskan oleh sang mama empat tahun yang lalu.
Bertahan hidup dengan menjual karya dan berkerja paruh waktu di minimarket pada malam hari, setidaknya Arvye belum menyusahkan saudaranya selama empat tahun.
Perjalanan nya tidak akan selalu semulus menggambar siang hari, laku pada waktunya. Berkerja malam hari, gajian setelahnya.
Pasti beberapa insiden tak di sengaja akan membawanya pada sesuatu yang baru, sesuatu yang tak pernah ia sangka, dan sesuatu yang mungkin akan mengubah segala hidupnya.
Dan bertemu dengan seseorang seperti Zelvan, akan merubah semua jalan hidupnya, pandangannya, tujuannya, dan segalanya.
All Rights Reserved