Hiii SMP

Hiii SMP

  • WpView
    Reads 145
  • WpVote
    Votes 44
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Aug 18, 2026
WpInfo
Fanfic
Romance
Disclaimer❗❗❗❗❗ [cerita ini merupakan cerita fiksi yang saya buat sendiri. Bukan hasil plagiat dari siapapun.] jangan lupa vote dan komen ya teman sebagai bentuk apresiasi. ありがとうございます (Terimakasih)😇 Maaf banyak typo, pemula soalnya Harap di maklum🙂🙏 Happy Reading Time❤ 。。。。。 Selamat datang di duniaku, dunia di saat dia masih ada di sini, bersamaku menapaki kisah yang tak terukir harganya. Ini bukan hanya kisah antara dua anak yang baru saja memasuki usia remaja, bukan pula tentang cinta yang tak ada artinya. Mungkin bagi sebagian orang ini hanya kisah biasa, selayaknya anak SMP yang tak tahu apa-apa, atau bahkan hanya menjadikan perasaan sebagai candaan saja. Namun bagi mereka ini adalah pelajaran sempurna yang tak akan pernah terlupakan. Meski perasaan itu tumbuh di antara duka dunia, bersemi di tengah pandemi Covid-19 yang tak tau kapan ujungnya. Tapi seperti yang dikatakan oleh banyak orang, bunga dapat mekar di manapun ia berada, sama halnya dengan perasaan yang tak dapat kita terka. Lantas bagaimana mereka menjalani kisah bersama? Dari dua anak yang tak saling mengenal lalu harus merajut rasa, akankah mereka tetap bertahan? 。。。。。 Dilarang keras untuk plagiat!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • PAMENGKU | NOMIN
  • SAIRISH
  • The Threads We Left Behind {Marjames / JJujami}
  • I'm Not Just a Figuran
  • Possessive Male Lead
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Obsession Overdose
  • Skripsi Dan Buku Nikah
  • TOUCH-ME-NOT [keonhyeon]
  • Journey

Sejak peristiwa itu, para sesepuh menetapkan satu pantangan yang tak pernah berani dilanggar. Tak ada yang benar-benar tahu apa yang terjadi puluhan tahun silam. Yang tersisa hanyalah cerita-cerita "konon" yang diwariskan dari mulut ke mulut. Tentang malapetaka yang selalu datang ketika kedua pamengku berdiri di pendapa yang sama. Tak seorang pun berani mempertanyakan kebenarannya. Hingga Manggala Paramayoga mulai bertanya... Apakah pantangan itu benar-benar ada?

More details
WpActionLinkContent Guidelines