Dalam rumah tangga, badai memang bisa datang di tengah keharmonisan, seperti yang terjadi dalam kehidupan Mark dan Haechan dalam keluarganya.
Selama lima tahun pernikahan, Haechan dan Mark dikenal sebagai pasangan yang serasi. Rumah mereka selalu dipenuhi tawa, terlebih dengan kehadiran anak mereka yang menjadi pusat kebahagiaan keluarga kecil itu. Dari luar, kehidupan mereka tampak sempurna-hangat, tenang, dan jauh dari masalah.
Namun, tidak ada hubungan yang benar-benar kebal dari ujian. Di balik keharmonisan yang terlihat, perlahan mulai muncul celah yang tak disadari oleh Haechan. Hal-hal kecil yang dulu terasa biasa, kini berubah menjadi tanda-tanda yang sulit diabaikan. Sikap Mark yang mulai sering pulang larut, pesan-pesan yang disembunyikan, dan perhatian yang perlahan terasa berbeda.
Haechan mencoba menenangkan dirinya, meyakinkan bahwa semua itu hanya perasaannya saja. Baginya, Mark adalah seseorang yang ia cintai dan percayai sepenuh hati. Ia tidak ingin merusak kebahagiaan keluarganya hanya karena kecurigaan yang belum tentu benar.
Tetapi, semakin ia berusaha menutup mata, semakin jelas pula kenyataan yang perlahan terungkap-bahwa badai yang datang kali ini bukan sekadar ujian kecil, melainkan sesuatu yang bisa meruntuhkan seluruh kehangatan yang selama ini mereka bangun bersama.
All Rights Reserved