Jalan Yang Tak Diambil

Jalan Yang Tak Diambil

  • WpView
    Reads 126
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Apr 6, 2026
Ervan Mahesa tumbuh dengan mimpi yang sederhana namun penuh makna: menjadi seorang polisi, menjaga diri hingga menikah, dan suatu hari memberangkatkan kedua orang tuanya ke Tanah Suci. Namun hidup tidak selalu berjalan sesuai rencana. Ketika cita-citanya kandas, Ervan justru menemukan jalan lain, menjadi mahasiswa yang kritis, terjun ke dunia aktivisme, bahkan berani berdiri melawan kekuasaan. Di tengah pergulatan itu, ia diam-diam menyimpan rasa pada Bunga Asa Cantika, perempuan yang tak pernah benar-benar bisa ia miliki. Pilihan demi pilihan membawanya semakin jauh dari rencana awal. Dari idealisme kampus, dunia birokrasi yang keras, hingga jalan sunyi menjadi seorang ustaz intelektual. Sementara itu, Bunga menjalani hidup yang tak ia pilih hingga akhirnya takdir mempertemukan mereka kembali dengan cara yang tak pernah mereka bayangkan. Ketika kesempatan itu datang, Ervan justru memilih jalan lain. Sebab tidak semua yang kita inginkan adalah yang terbaik. Dan tidak semua jalan yang kita ambil adalah yang membawa kita pulang. Sebuah kisah tentang kegagalan, keteguhan, dan bagaimana Tuhan menuntun manusia melalui jalan yang tidak pernah ia rencanakan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • GHAIKA (REVISI)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines