Paid in Heart

Paid in Heart

  • WpView
    MGA BUMASA 76
  • WpVote
    Mga Boto 36
  • WpPart
    Mga Parte 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Mar 31, 2026
Keira (21) hanya ingin bertahan hidup. Lulusan SMA, kerja shift malam di minimarket pinggir jalan, dan kos di kamar petak seukuran lemari. Hidupnya sederhana: nabung buat adik yang masih SMP, dan berusaha nggak jadi beban siapa pun. Tiap malam jam 11, Elias (24) datang. Beli kopi sachet yang sama, kadang tambah roti, lalu duduk di teras minimarket sampai Keira tutup shift. Ngobrol ngalor-ngidul tentang hujan, tentang lagu lawas, tentang hal-hal kecil yang nggak pernah Keira dapati dari orang lain. Keira nggak tahu kalau Elias adalah anak tunggal pemimpin perusahaan tempat dia magang siang hari. Elias nggak pernah cerita. Dia datang ke minimarket itu bukan karena kopi-tapi karena di sana ada seseorang yang melihat dirinya sebagai Elias, bukan sebagai "anak Bapak". Tapi dunia mereka pecah saat salah satu rekan kerja Elias melihat mereka berdua di minimarket. Foto mereka menyebar. Keluarga Elias, yang sangat menjaga nama baik, mulai menyelidiki Keira. Dan satu hal yang paling ditakuti Keira akhirnya terjadi: mereka mengirim seseorang untuk memberinya "tawaran" yang tidak bisa ditolak. "Kamu tahu, kan, posisi kamu? Jangan buat Elias malu."
All Rights Reserved
#73
novelromance
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Nala dan Mas Juragan
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman