Polo
  • WpView
    Membaca 36
  • WpVote
    Vote 3
  • WpPart
    Bab 2
WpMetadataReadBersambung14m
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Sen, Mar 23, 2026
Malam itu seharusnya biasa saja, hanya sekadar pergi ke club bersama teman. Tapi semuanya berubah saat sebuah "triple date" tak terduga mempertemukanku dengan seseorang yang bahkan tak pernah aku rencanakan untuk hadir di hidupku. Dia datang dari dunia yang berbeda. Jauh. Asing. Tapi entah kenapa, cara dia tersenyum... terasa begitu dekat. Di tengah lampu redup, musik yang menghentak, dan percakapan yang awalnya canggung, ada sesuatu yang perlahan tumbuh diam-diam, tapi nyata. Sebuah koneksi yang tak bisa dijelaskan, hanya bisa dirasakan. Namun, bagaimana jika perasaan itu datang di waktu yang salah? Bagaimana jika jarak bukan hanya soal kilometer, tapi juga tentang pilihan? Di antara tawa, tatapan, dan detik-detik yang terlalu cepat berlalu... aku mulai bertanya- apakah ini hanya malam biasa, atau awal dari sesuatu yang akan sulit untuk dilupakan?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#14
polo
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • UNFAITHFUL HEART
  • No Place Like Home - PREVIEW ONLY
  • Her Prison, Her Pleasure(Intersex)(EDITING)✓
  • ခိုဝင်တိမ်းမူးမြတ်နိုးရပါသော...နှလုံးသားငယ်
  • Temperature Gap
  • The Royal's Love
  • The Enigma's debt
  • The Sinister
  • Heer~THE UNWANTED DAUGHTER
  • AKSHARA - THE FORGOTTEN SEED

Seraphina Hayes always believed she would recognize betrayal if it ever came near her marriage. She imagined it loud. Obvious. Unforgivable. She never imagined it would look like this. Like her husband smiling at another woman the way he used to smile at her. Like late-night messages that weren't inappropriate - just intimate. Like emotional comfort slowly being outsourced. And she definitely never imagined standing outside a glass office in downtown Los Angeles... Watching her husband hesitate before pulling away from another woman's lips. The kiss wasn't hungry. It wasn't desperate. It was worse. It was familiar. And in that single second - She realized she had already been replaced emotionally long before that moment happened. She didn't scream. She didn't storm in. She simply turned... And walked away from the life she thought was unbreakable. Sequel of the novel tilted 'Unfaithful Promise' is out. Do read

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan