Bintang Angesta-cewek kampung yang nggak pernah membayangkan hidupnya akan berubah saat pindah ke kota Malang.
Di kota itu, dia bertemu Alvaro Briantara.
Ketos dingin, sempurna, dan... sulit disentuh.
Cowok yang bahkan menatapnya saja seolah itu kesalahan.
Tapi ada satu hal yang Alvaro nggak tahu-Bintang bukan tipe yang mundur.
Hari-hari Bintang diisi dengan satu misi:
meluluhkan hati yang bahkan tak pernah ingin diluluhkan.
Sampai tanpa sadar, hidup Alvaro yang rapi, penuh prestasi, dan terkendali...
mulai berantakan hanya karena satu orang-Bintang.
---------
"Gue gak pernah sudi buat suka sama lo," ucap Alvaro dingin tanpa menoleh.
Bintang tersenyum tipis."Tapi aku suka sama kakak," balasnya lembut.
Alvaro menghela napas kasar, rahangnya mengeras. "Bisa gak sih... sehari aja lo gak ganggu hidup gue?" ketusnya.
Bintang menggeleng pelan, tatapannya tetap teguh.
"Gak bisa," jawabnya singkat.
Alvaro terkekeh miring, menatap Bintang dengan sorot merendahkan.
"Lo cuma cewek kampung. Yang datang ke sini cuma buat bikin hidup orang makin ribet," ucapnya tajam.
Bintang terdiam sesaat... lalu tersenyum kecil, hangat tapi keras kepala.
"Gak apa-apa," katanya pelan, "asal itu bisa luluhin hati kakak."
-------
Akankah Bintang meluluhkan hati Alvaro yang sedingin es? Atau Ia memilih untuk menyerah agar hatinya tak semakin terluka?
Tutti i diritti riservati