Sisterbroken

Sisterbroken

  • WpView
    Reads 3,278
  • WpVote
    Votes 398
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, May 20, 2026
Sejak ibu mereka meninggal dan ayah mereka pergi tanpa menoleh ke belakang, dunia Jennie hanya menyisakan satu orang: Lisa. Ia mengorbankan masa mudanya untuk bertahan hidup. Bekerja, berjuang, dan melakukan apa pun agar adiknya tidak merasakan kehilangan yang sama. Jennie percaya ia hanya melakukan satu hal-melindungi. Namun bagi Lisa, perlindungan itu perlahan berubah menjadi sesuatu yang menyesakkan. Di luar rumah, Lisa menemukan dunia yang lebih ringan. Teman, tawa, dan kebebasan yang tidak pernah ia rasakan di rumahnya sendiri. Hubungan mereka mulai dipenuhi jarak, kata-kata yang tak pernah selesai, dan luka yang tidak pernah benar-benar dibicarakan. Lalu suatu hari, masa lalu yang seharusnya sudah mati... kembali. Ayah mereka muncul lagi-lemah, sakit, dan seolah berhak meminta tempat di rumah yang dulu ia tinggalkan. Jennie menutup pintu untuknya tanpa ragu. Namun Lisa... membukanya. Ia merawat pria itu. Pria yang dulu meninggalkan dua anaknya untuk bertahan hidup sendirian. Dan untuk pertama kalinya, Jennie menyadari sesuatu yang jauh lebih menyakitkan daripada hari ketika ayah mereka pergi. Adiknya memilih pria yang meninggalkan mereka-bukan orang yang bertahan di sisinya selama ini. Ebook Available
All Rights Reserved
#3
chaeng
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hurt
  • Mafia dan pangeran cilik
  • THE SECOND HOPE ✔
  • MOTHERLESS
  • Distance
  • Surat Untuk Senja
  • 🄻🄴🅃 🅃🄸🄼🄴 🄳🄴🄲🄸🄳🄴 🅆🄷🄴🄽 🅆🄴 🄼🄴🄴🅃
  • Like  Stars in the Sky ✔️
  • comeback Mommy
  • Little Monster
Hurt

Udara pagi di Seoul terasa menusuk tulang, namun Jennie sudah harus berlutut di lantai marmer dingin kediaman keluarga Kim yang megah. Sebagai asisten rumah tangga, tugasnya dimulai sebelum matahari terbit. "Mommy! Di mana kaos kaki olahragaku?!" suara melengking Lisa (15) memecah keheningan apartemen kecil mereka yang terletak di basement bangunan kumuh tak jauh dari mansion tempat Jennie bekerja. Jennie segera berdiri, mengusap peluh di dahinya dengan punggung tangan. "Sudah Mommy siapkan di atas tasmu, sayang. Ayo sarapan dulu, Mommy sudah buatkan nasi goreng telur." Lisa muncul dengan wajah cemberut. Ia melihat piring di meja kayu yang sudah retak. "Nasi goreng lagi? Aku malu, Mommy. Teman-temanku di sekolah membicarakan bau minyak di seragamku. Kenapa Mommy tidak bekerja di kantor saja seperti ibu yang lain?" Jennie tertunduk, meremas celemeknya yang kusam. "Maafkan Mommy, Lisa. Hanya ini yang bisa Mommy lakukan agar kamu tetap bisa sekolah di tempat yang bagus." "Sekolah bagus tapi aku tetap anak pembantu!" bentak Lisa sebelum menyambar tasnya dan pergi tanpa menyentuh makanan buatan ibunya. E-BOOK AVAILABLE

More details
WpActionLinkContent Guidelines