Narwa Delusi Brianna adalah seorang gadis manis yang tampak hampir sempurna di mata orang-orang. Namun, semua itu terbongkar ketika kekasihnya, Ezerja Putra, melihat dengan mata kepalanya sendiri saat ia mendapati Narwa berulah dengan brutal memukuli seorang perempuan.
"Kamu tidak seharusnya melihat ini dulu, Ez," suara Narwa datar, kehilangan nada melodi yang selalu Ezerja cintai.
Narwa melangkah maju ke dalam lingkaran cahaya senter. Matanya melebar, pupilnya menelan habis iris matanya hingga yang tersisa hanyalah dua kolam tinta gelap yang gila. Dia mengulurkan tangan, ujung jarinya yang hangat dan lengket menyentuh rahang Ezerja yang bergetar.
"Jangan lihat dia, Ezerja. Lihat aku," bisiknya, aroma peppermint dari napasnya bercampur dengan bau besi yang tajam dari darah di tangannya. "Aku melakukan ini untuk kita. Untuk menjaga apa yang menjadi milikku."
Ezerja berusaha mundur, tetapi punggungnya menabrak dinding bata yang dingin. Narwa mendekat, menekan tubuhnya yang bersimbah darah ke dada Ezerja, memaksa pria itu merasakan detak jantungnya yang berpacu liar-sebuah perayaan atas kekacauan yang baru saja dia ciptakan.
"Inilah diriku, Ezerja," bisik Narwa tepat di depan bibirnya, sebuah janji yang lebih mirip kutukan. "Cintai aku. Cintai seluruh diriku."
Ezerja merasa bimbang, antara meninggalkan Narwa atau tetap bersamanya untuk membantu mengatasi masalah ini. Persoalan ini membuatnya bertanya-tanya tentang arti cinta dan kesetiaan. Apakah cinta harus selalu sempurna, atau justru dalam ketidaksempurnaan itulah cinta diuji dan diperkuat? Ezerja pun memutuskan untuk mendiskusikan hal ini dengan Narwa, berharap dapat menemukan solusi bersama dan membantu Narwa mengatasi luka-lukanya.
#18 blood
#42 psikopat
#112 misteri
#131 thriller
#595 love
All Rights Reserved