We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Zarveth: The Uncrowned Throne

Zarveth: The Uncrowned Throne

Season 1
  • WpView
    Reads 1,511
  • WpVote
    Votes 344
  • WpPart
    Parts 60
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 3, 2026
WpInfo
Fiction
Fantasy
Dark Fantasy
High Fantasy
Magical Kingdoms
Saat Perang Besar Antar Ras berkecamuk, Zarveth yang masih seorang anak memilih tetap berada di medan perang daripada melarikan diri. Sejak saat itu, ia memahami satu hal: perdamaian sejati tidak pernah ada di dunia yang kejam ini. Bertahun-tahun kemudian, ketika semua pihak kelelahan oleh perang, tiga kekuatan terbesar di benua akhirnya mencapai kesepakatan. Bangsa elf Neiflim, manusia Arsteim, dan kurcaci Mouncastell membentuk sebuah pakta perdamaian demi mengakhiri pertumpahan darah yang telah berlangsung terlalu lama. Namun perdamaian yang lahir bukanlah kedamaian, melainkan keseimbangan yang dipertahankan dengan mengorbankan siapa pun yang dianggap mengancamnya. Kerajaan-kerajaan kecil menghilang dari peta. Perbatasan berubah tanpa peringatan. Ketakutan memaksa banyak bangsa bergabung dengan pakta tersebut hanya demi bertahan hidup. Dan ketika akhirnya perang besar berakhir, dunia tidak benar-benar pulih. Pengkhianatan masih mengintai di balik perjanjian. Semua pihak tahu bahwa pakta itu hanyalah selembar dokumen yang dapat dilanggar kapan saja. Sementara kerajaan-kerajaan sibuk menjaga keseimbangan yang rapuh, ras monster berkembang tanpa kendali. Di balik layar, faksi-faksi tentara bayaran merencanakan revolusi. Ketegangan diplomatik antarbangsa terus meningkat, membawa benua selangkah lebih dekat menuju perang besar berikutnya. Di tengah dunia yang perlahan menuju kehancuran itu, Zarveth hidup dengan cara dan pilihan-pilihannya sendiri, menghadapi konflik moral, ambisi yang saling bertabrakan, dan prinsip-prinsip yang terus diuji oleh kenyataan. Bukan sebagai pahlawan. Bukan pula sebagai penyelamat. Setiap keputusan yang ia ambil membawa konsekuensi, dan tanpa disadarinya, setiap langkah yang ia tempuh perlahan menyeretnya ke pusat konflik yang dapat menentukan nasib seluruh benua. Ketika dunia kembali bergerak menuju perang, satu pertanyaan pun muncul: Bukan apakah dunia dapat diselamatkan. Tapi dapatkah Zarveth bertahan hidup sampai akhir?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • From Commoner To Merit Noble
  • Dungeon Hallow
  • Jennette [Suddenly I Became A Princess]
  • The Valtheris Academy's
  • Kembalinya Anak Haram Sang Kaisar
  • What are we?
  • Tersesat Dalam Garis Masa [TAMAT]
  • My Journey
  • I just want to die
  • The Maid Is Incredible {END}
  • Gomen Nii-san [End]
  • I'm a Villain in My Own Game? [Season 2]
  • Naruto : Perang Dunia Zombie 4 (PDZ4)
  • ||Death||
  • The masochist Re-Life
  • Heirs of Eternity : Blooming Dawn
  • NOBLESSE: I Will Save You
  • Shingeki no Kyojin Season 1 [AoT X OC]【Tamat】
  • [END]Kimetsu no Yaiba x OC //Starting New Life in Another World with Esper Power
  • [END] Where Should Dreams Rest?

Satu kehidupan penuh ilmu, satu tubuh yang mengkhianatinya. Arka mati sebagai jenius bela diri terhebat di dunia - terbaring di ranjang rumah sakit, tak pernah sempat membuktikan dirinya. Tapi takdir belum selesai dengannya. Ia terbangun di dunia sihir, di mana mana menentukan segalanya - dan ia tidak punya setetes pun. Lahir sebagai commoner tanpa tongkat, tanpa mantra, dianggap sampah oleh mereka yang berkuasa. Lalu datang ancaman: tiga tahun, atau panti asuhan itu rata dengan tanah. Satu-satunya jalan? Masuk Akademi Kerajaan - sarang para jenius sihir - dan merebut gelar yang bahkan para bangsawan pun kesulitan meraihnya. Dengan kepalan tangan kosong, melawan dunia yang memuja keajaiban. Mereka pikir tubuh hanyalah wadah. Arka akan membuktikan mereka salah - dengan cara yang paling menyakitkan. "Kalian punya sihir. Aku punya sesuatu yang jauh lebih berbahaya."

More details
WpActionLinkContent Guidelines