Love & Complications

Love & Complications

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 25, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Di mata semua orang, Rayyara Alvina Allishia Trisandra adalah siswi pintar, tenang, dan nyaris tanpa masalah. Hidupnya terlihat lurus-tanpa drama, tanpa kisah cinta yang berarti. Setidaknya, itu yang mereka kira. Tak ada yang tahu bahwa jauh sebelum pengakuan perasaannya yang gagal pada Edward, Rayya telah lama menyimpan satu nama dalam diam. Perasaan itu tidak pernah benar-benar hilang-hanya disembunyikan dengan rapi, seolah tak pernah ada. Gabriel Arkana Trivandor Pradigra. Sosok yang dikenal sebagai siswa bermasalah, sulit diatur, dan jauh dari kata "pilihan aman"-justru menjadi satu-satunya orang yang tak pernah berhasil Rayya lepaskan dari pikirannya. Ironisnya, Gabriel tidak pernah tahu. Bagi dunia luar, hubungan mereka nyaris tidak ada. Mereka bukan teman dekat, bukan pula orang yang sering terlihat bersama. Bahkan, di hadapan teman-temannya, Rayya tampak seperti tidak memiliki kaitan apa pun dengan Gabriel. Namun kenyataannya berbeda. Di balik semua itu, ada sebuah hubungan yang disembunyikan dengan rapi-persahabatan yang tidak pernah diperlihatkan, percakapan yang hanya terjadi di waktu dan tempat tertentu, serta kedekatan yang tidak pernah diberi nama. Dan satu rahasia lain yang lebih dalam- Sosok "kakak" yang selama ini Rayya sebut-sebut, yang selalu ia lindungi keberadaannya, yang menjadi alasan di balik batasan-batasan dalam hidupnya... Seseorang yang ia panggil dengan dua peran berbeda-sebagai "kakak" di balik layar, dan sebagai seseorang yang diam-diam ia cintai tanpa pernah berani mengakuinya. Sementara itu, sosok "kakak" tetap berjalan di dunianya sendiri, tanpa menyadari bahwa ia adalah pusat dari semua perasaan yang selama ini Rayya sembunyikan. Sebuah hubungan rahasia. Sebuah perasaan yang tak pernah sampai. Dan sebuah kebenaran yang, jika terungkap, mungkin akan mengubah segalanya.
All Rights Reserved
#213
dramaremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Salah Status [END]
  • Kembang Desa
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Nakula
  • Prahara Lamaran [END]
  • Stand by Me (END + MASIH BERANTAKAN, INI TULISAN PERTAMA GUE WOI MAKANYA BRNTKN)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines