De Stille Geheimen
Bandoeng, 1905. Di balik dinding megah rumah Karesidenan yang kaku dan dingin, Lodewijk van Rappard hidup bagai pangeran di dalam penjara emas. Sebagai anak tunggal sang Residen, ia dididik untuk menjadi penguasa yang kejam, bertangan besi, dan tak tersentuh. Lodewijk menyembunyikan jiwanya yang kesepian di balik seragam kolonial yang angkuh.
Hingga suatu hari, seorang pemuda pribumi masuk ke dalam perpustakaan pribadinya.
Genta Biru Saujana, seorang guru bahasa berjiwa teduh, datang membawa kehangatan di tengah udara dingin Bandung yang menusuk. Di antara temaram lampu minyak dan wangi kertas-kertas kuno, Genta mengajarkan lebih dari sekadar aksara; ia mengajarkan Lodewijk arti sebuah kedamaian dan kebebasan.
Di ruang sunyi itu, dinding keangkuhan Lodewijk runtuh. Di bawah kabut Bandoeng yang menyembunyikan dunia luar, sebuah perasaan terlarang tumbuh diam-diam-sebuah rahasia besar yang dapat menghancurkan kekuasaan sang Residen sekaligus merenggut nyawa mereka berdua.
Saat takdir kolonial memaksa mereka memilih antara kesetiaan pada darah atau panggilan hati, mampukah rahasia sunyi itu bertahan?
"Sebab di dalam ruangan ini, kita bukan penguasa dan hamba. Kita hanyalah dua jiwa yang saling menemukan di bawah langit yang sama."