diam tapi di hormati

diam tapi di hormati

  • WpView
    Reads 20
  • WpVote
    Votes 9
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Apr 25, 2026
ini cerita pertama ku jadi enjoy (hanya coba²) Arga bukan siapa-siapa. Dia bukan yang paling pintar, bukan yang paling kuat, dan bukan juga yang paling berani. Di sekolah, dia hanya dikenal sebagai orang yang selalu menunduk, menghindari tatapan, dan memilih diam bahkan saat dirinya diremehkan. Bukan karena dia sabar... tapi karena dia tidak mampu melawan. Setiap hari dipenuhi pikiran negatif, rasa takut, dan overthinking yang tidak pernah berhenti. Hal sederhana seperti menatap mata orang lain saja terasa seperti hal yang mustahil. Sampai suatu hari... dia mulai lelah dengan dirinya sendiri. Bukan karena dunia terlalu keras, tapi karena dia sadar... dia terlalu lemah. Dari situlah semuanya berubah. Perlahan. Tanpa ada yang menyadari. Dari latihan kecil yang tidak terlihat... dari keberanian yang dipaksakan... dari tatapan yang awalnya selalu menghindar... Arga mulai membentuk dirinya sendiri. Bukan menjadi orang yang ditakuti. Tapi menjadi seseorang yang... tidak bisa diremehkan lagi. Ini bukan cerita tentang kekuatan instan. Ini bukan cerita tentang balas dendam yang berlebihan. Ini adalah cerita tentang proses. Tentang jatuh, bangkit, dan melawan diri sendiri. Tentang bagaimana seseorang yang biasa... bisa berubah menjadi pribadi yang tenang, tegas, dan berwibawa. Karena pada akhirnya... Dihormati bukan tentang seberapa keras kamu berbicara, tapi seberapa kuat kamu mengendalikan dirimu sendiri.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Chosen By LOve
  • Jadi kekasih sang protagonis?(senyuman yang memudar)
  • ONE/TWO SHOOT
  • Orca
  • Ini Kinanti Mas [21+]
  • Dari Sapi ke Takdir Baru
  • ONESHOOT
  • kesalahan?
  • KAVARO: The Naughty Youngest Brother [CORTIS]
  • Di penghujung 35

Takdir memilihmu, maka terimalah. Sekeras apapun kamu berusaha, jika takdir sudah berbicara, maka kamu akan kalah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines