Ah! Mas Ipar

Ah! Mas Ipar

  • WpView
    Reads 18,170
  • WpVote
    Votes 71
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published about 16 hours ago
Satu atap dengan Mas Arkan adalah siksaan nikmat yang menghancurkan logikaku. Dia bukan hanya kakak iparku, dia adalah miliarder dingin yang memiliki segalanya -kecuali aku, istri dari adiknya yang tidak berguna. ​Malam itu, saat suamiku belum pulang dan hujan badai mengguncang jendela, Mas Arkan masuk ke kamarku dengan tatapan gelap yang penuh rasa lapar. Suasana remang dan aroma parfum maskulinnya seketika menjajah seluruh indra penciumanku. ​'Ah! Mas... pelan-pelan,' rintihanku pecah saat jemari kasarnya yang perkasa mulai menelusuri lekuk tubuhku tanpa permisi. Suara itu, desahan kecil yang memalukan itu, justru membuatnya semakin liar. ​'Jangan panggil nama suamimu saat kamu gemetar di bawahku, Sayang,' bisiknya rendah, tepat di telingaku, membuat bulu kudukku meremang hebat. ​Setiap sudut rumah mewah ini kini menjadi saksi bisu dari pengkhianatan yang paling manis. Aku tahu ini salah, aku tahu ini terlarang. Namun, rintihan 'Ah! Mas...' yang terus keluar dari bibirku membuktikan bahwa aku sudah sepenuhnya menjadi tawanan obsesi sang ipar yang posesif." Warning 21+
All Rights Reserved
#1
miliarder
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Ku Sewakan Rahimku untuk Bertahan Hidup
  • Kalopsia
  • Favorite Lecturer
  • My Father's Assistant (21+)
  • Nala dan Mas Juragan
  • Kembang Desa
  • WEDDING VOWS
  • Sugar Baby : Looking for Love [SELESAI]
  • Beautiful Trouble

~~~ Warning 21++ ~~~ Mayang Puspita Sari, seorang lulusan SMP dari kampung, pindah ke ibu kota dengan tujuan menyelamatkan adiknya yang sakit keras dan menopang ekonomi keluarga. Setelah berjuang mencari pekerjaan di kota yang keras, ia akhirnya mendapatkan kesempatan sebagai ibu pengganti - pekerjaan yang memberinya hidup berkecukupan dan biaya pengobatan yang cukup untuk adiknya. Seiring waktu, Mayang malah merasa senang dengan pekerjaannya karena semua keinginannya tercapai dan bayarannya sangat besar, meskipun ia tidak menyadari bahwa pilihan ini akan membawa konsekuensi emosional dan moral yang tidak terduga nanti. ~~

More details
WpActionLinkContent Guidelines