Summertime Sadness

Summertime Sadness

  • WpView
    LECTURAS 207
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Partes 4
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, abr 5, 2026
Rating 21+ Musim panas di New York City selalu terasa terlalu panas, terlalu terang, dan terlalu cepat berlalu. Lana Kristian, cowok blasteran Indonesia-Amerika dari Jakarta yang baru saja pindah ke Manhattan untuk kuliah seni lukis, tak pernah menyangka bahwa musim panas pertamanya di kota yang tak pernah tidur ini akan mengubah segalanya. Di tengah hiruk-pikuk kampus NYU (New York University), ia bertemu Ethan Caldwell, senior tinggi, gagah, dan penuh pesona yang seolah membawa cahaya ke mana pun ia melangkah. Ethan adalah jenis pria yang membuat Lana merasa hidup untuk pertama kalinya, senyumnya lebar, sentuhannya hangat, dan tatapannya mampu membuat malam-malam musim panas terasa abadi. Mereka menari di rooftop Brooklyn, berpelukan di bawah lampu neon Central Park, dan membuat kenangan di setiap sudut kota yang basah oleh hujan panas. Lana melukis dengan warna-warna yang lebih berani, sementara Ethan membuatnya percaya bahwa musim panas ini bisa menjadi milik mereka selamanya. Tapi di balik cahaya matahari yang menyilaukan, ada sesuatu yang perlahan mendekat. Karena musim panas yang paling indah sering kali adalah yang paling menyakitkan saat harus berakhir. Inspired by Lana Del Rey's song Summertime Sadness.
Todos los derechos reservados
#19
kesedihan
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Nala dan Mas Juragan
  • RADEN: Sayembara Membagi Luka
  • Ramuan Pengikat Jodoh [TamaT]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Kembang Desa
  • Beautiful Trouble
  • WEDDING VOWS
  • Kilau Achilles
  • Hubungan Cinta di Asmara Kita
  • Satu Tahun Saja

Cerita ini ada di paijo juga. --- Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido