"MAFIA'S"
  • WpView
    Reads 26,243
  • WpVote
    Votes 2,547
  • WpPart
    Parts 56
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 7, 2026
Satu nama, tujuh nyawa. Lahir dari rahim yang sama dan dibesarkan dalam kerasnya dunia bawah, ketujuh saudara ini bersumpah untuk saling menjaga hingga napas terakhir. Tidak ada ruang untuk pengkhianatan, dan tidak ada tempat untuk musuh bersembunyi. Namun, apa jadinya jika musuh terbesar justru datang dari masa lalu yang coba disembunyikan oleh kedua orang tua mereka? Di bawah judul 'MAFIA'S', mereka akan membuktikan bahwa ikatan saudara kandung adalah perisai terkuat sekaligus pedang tertajam. >don't forget to vote this story and add it to your reading list ⚠️kalau ada typo mohon dimaklumi⚠️
All Rights Reserved
#200
7dream
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Love me or die
  • I'm Not Just a Figuran
  • FRIEND'S? - KRATINGMEEN
  • Jodoh Pilihan Mama
  • TOXIC BOYFRIEND
  • Same, But Not
  • Justine
  • The Servant [James Harem]
  • Last Hope - Cawooz
  • Garwo

"Gila! Axelio benar-benar sakit jiwa!" umpat Yura keras-keras pada kamar kosnya yang sepi. Bagaimana tidak? Axelio Valcrest, sang antagonis pria berdarah dingin, jatuh cinta pada pandangan pertama kepada Arcelia , si female lead yang berhati malaikat. Cinta yang semula indah berubah menjadi obsesi gelap yang mengerikan. Karena cintanya ditolak-sebab Arcelia mencintai sahabat kecilnya, Elvano sang male lead utama-Axelio tanpa ragu menghabisi Elvano dan mengurung Arcelia di dalam mansion mewahnya yang menyerupai sangkar emas. Namun, yang paling membuat Yura meradang adalah nasib tunangan Axelio, Ravena Dracarys. Sebagai antagonis wanita, Ravena begitu terobsesi pada Axelio. Puncaknya, hanya karena Ravena menampar Arcelia demi mempertahankan harga dirinya, Axelio tanpa belas kasihan mengeksekusi tunangannya sendiri. Perut Yura tiba-tiba berbunyi nyaring, memutus untaian kekesalannya. "Aduh, lapar lagi. Keluar bentar deh, di depan gang biasanya masih ada yang jual nasi goreng." Sambil bersenandung kecil untuk mengusir sepi, Yura berjalan menyusuri trotoar malam yang lengang. Dia baru saja hendak menyeberang jalan ketika seberkas cahaya silau memedihkan matanya dari arah samping. Tinnnnnnnnnnn! "Ravena... Sayang, bangun..." Gila! Gue transmigrasi?! jerit Yura dalam hati. "Axel, aku ingin membatalkan pertunangan kita." "Ravena Dracarys..." Axel berbisik rendah, suaranya terdengar seperti seringai iblis yang merayap di kulit. "Kau pikir... kau siapa bisa memutuskan untuk membatalkan pertunangan ini secara sepihak, hm?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines