An Unchosen Us

An Unchosen Us

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 25, 2026
Semua ini bukan kita yang memilih. Kata "Kita" itu masih membuatku mual dan pusing karena bingung. Aku terkadang tidak mau mengingat semua hal yang terjadi hingga membuat kita berdiri disini. Aku dan kamu menjadi kita bukan karena kita yang memilih. Sepertinya, jika aku bisa memilih, aku tidak akan memilih ini terjadi. Meski itu artinya kita tidak akan pernah bersama. Karena yang aku mau sejak awal itu bukan kamu, Rajendra. Tapi Dia. - Kanina Putri Naradipta Kulihat tubuhnya itu, tubuh yang bahkan tidak layak lagi disebut sebagai utuh. Aku hanya melihat bagian tangan, kaki dan sisa sisa daging abdomen dan torso yang petugas laporkan memiliki DNA yang mengarah pada namamu, adikku, Sagara. Pengantinmu menunggu kedatanganmu dengan senyum indah di wajah manisnya, garis halus terbentuk manis saat ia tersenyum dan dengan kejamnya aku hapus wajah ceria itu dengan kabar yang aku sampaikan kepadanya. Kabar bahwa kau tidak dapat menikahinya karena kau bahkan sudah tidak bernyawa. Lalu dengan kejamnya, orangtua kita memintaku menggantikanmu di hari pernikahanmu dengan dia dengan alasan menyelamatkan nama baik keluarga dan menyelamatkan dia, Kanina. Matanya saat itu bahkan tidak sudi melirikku meski tubuhnya terus berdiri di sisiku sebagai calon istriku dihadapan Tuhan dan semua orang. - Rajendra Kartawangsa
All Rights Reserved
#59
fate
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prahara Lamaran [END]
  • Nakula
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Nala dan Mas Juragan
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Hello Mr. Komrad (Complete)

[LENGKAP] Giana sudah bekerja di perusahaannya sekarang selama 4 tahun dan dia merasa ini adalah waktu yang tepat untuk menantang dirinya dengan bergabung ke perusahaan baru. Ia akhirnya mengajukan cuti untuk melakukan wawancara secara diam-diam. Tapi pekerjaannya semakin menggila dan tiba-tiba Giana dapat merasakan perubahan sikap dari atasannya, Arvin. Padahal dia hanya ingin menjalankan hari dengan tenang seperti biasanya untuk mempersiapkan diri menyelesaikan lamaran di tempat barunya itu. Iya, lamaran. Lamaran kerjaan kan? Tapi kenapa satu kantornya malah salah menyimpulkan jadi lamaran yang lain sih? Highest Ranking #1 out of 3.12K Metropop 07/01/2026 #1 out of 25.6K Chicklit 11/01/2026

More details
WpActionLinkContent Guidelines