Mara, Paras Yang Teduh

Mara, Paras Yang Teduh

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 25, 2026
Malam itu seharusnya biasa saja. Tapi di rumah keci, langit gelap menyaksikan pertengkaran terakhir antara Pak Wira dan Bu Nala. Pecahan kaca, teriakan “pelacur sialan”, dan bau darah yang belum kering masih menggantung di udara ketika Mara, anak lima belas tahun yang rapuh, meringkuk di sudut kamarnya. Ia memeluk lutut, menahan tangis, berharap selimut kartun kesukaannya bisa menyembunyikannya dari dunia. Ketika keheningan yang aneh tiba-tiba menyelimuti rumah, Mara lega. Hingga pintu kamarnya terbuka pelan. Pak Wira masuk dengan mata kosong, suaranya lembut seperti doa. Ia meminta maaf, mengusap kepala anak semata wayangnya, dan berbisik tentang kegagalan seorang ayah. Sesaat, Mara merasa hangat. Sesaat saja. Karena di balik belaian itu, bantal kesayangan Mara sudah diangkat perlahan. Di balik penyesalan yang pura-pura, ada amarah yang tak pernah padam. Dan di balik kata “maafkan ayah”, ada satu kalimat terakhir yang dingin: “Mati kau, anak sialan.” Malam penuh ajal itu bukan hanya menghentikan napas Mara. Ia juga menghancurkan segala yang tersisa dari keluarga yang sudah lama mati. Sebuah cerita kelam tentang kekerasan rumah tangga, pengkhianatan paling kejam dari orang yang seharusnya melindungi, dan bayangan seorang anak yang tak pernah benar-benar selamat. MARA PARAS YANG TEDUH Novel yang akan membuatmu takut pada diamnya sebuah rumah. Dan takut pada orang yang bilang “sayang” sambil membunuhmu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Time
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO
The Time

Tiga tahun Jeselyn Ananta menghabiskan waktunya mengejar bayang-bayang tunangan nya, Leon Gamalio. Baginya, Leon adalah segalanya. Namun, malam itu mengubah segalanya. Hantaman keras sebuah truk di persimpangan jalan gelap membuat nya berada di ambang maut, dalam koma yang panjang, jiwa Jeselyn melayang masuk ke sebuah masa depan yang tak pernah ia bayangkan. Ia melihat dirinya sendiri dalam versi yang lebih dewasa, lebih rapuh, dan hancur di tengah kemewahan sebuah rumah megah. "Mau ke mana lagi?" tanya Jeselyn masa depan dengan suara serak akibat tangis. "Menemani wanita yang sedang mengandung anakku," jawab Leon dingin, tanpa sedikit pun menoleh. Kenyataan pahit itu menghujam jantung Jeselyn. Pernikahan yang ia impikan ternyata hanyalah penjara tanpa cinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines