Everything Needs Blood

Everything Needs Blood

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 25, 2026
Di kota yang sunyi dan terlupakan, tempat-tempat hiburan yang dulu ramai dan ceria kini berdiri seperti mayat hidup. Bioskop tua, taman bermain yang mengerikan, dan klub malam yang penuh warna telah menjadi monumen kesepian. Apa yang menyebabkan mereka ditutup dan ditinggalkan? Apakah ada kekuatan gelap yang bekerja di balik layar? Ikuti perjalanan menakutkan para pengunjung yang berani memasuki zona terlarang, mencari jawaban di balik keheningan yang mengancam. Tapi semakin dalam mereka mencari, semakin dekat mereka dengan kebenaran yang tak terkatakan... dan darah yang harus dibayar.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • CENAYANG (XingQiu)
  • UNIT KOSONG (TAMAT)
  • TAKDIR DIO HANIM ~ BL {Mpreg}
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 1
  • Hah!Dukun?
  • TUMBAL PESANTREN
  • [ BL ] Sang Kolektor Benda Antik 2
  • Sukma Lara [END]

Di bawah gemerlap gedung pencakar langit Shanghai, hantu-hantu modern tidak lagi bersembunyi di sumur tua, mereka bersembunyi di dalam lift, kabel fiber optik, hingga di balik jam tangan mewah. Qiu Dingjie hanya ingin hidup tenang sebagai penjaga toko barang antik milik Li Peien yang eksentrik. Namun, tubuhnya adalah "magnet" bagi roh-sebuah wadah murni yang membuat para hantu rela mengantre demi bisa curhat atau sekadar menumpang lewat. Hidup Dingjie yang berantakan menjadi makin kacau saat Eliot Huang, CEO arogan dengan aura panas yang mampu membakar hantu, datang membawa sebuah kutukan keluarga yang mematikan. Eliot butuh Dingjie untuk bicara dengan leluhurnya, dan Dingjie butuh aura Eliot agar hantu-hantu berhenti menjadikannya bantal guling. Satu kontrak kerja sama terjalin: Eliot menjadi "pelindung fisik" Dingjie, dan Dingjie menjadi "mata" bagi Eliot. Namun, saat rahasia masa kecil yang terkubur mulai terungkap bersama bantuan detektif Jiang Ocean, mereka menyadari bahwa hantu paling menyeramkan bukanlah mereka yang sudah mati, melainkan rahasia yang masih hidup. "Berhenti menyentuhku, Tuan Huang! Aku hanya butuh energimu, bukan lamaranmu!" "Diamlah, Dingjie. Roh di belakangmu bilang kau suka kalau aku menggenggam tanganmu seperti ini."

More details
WpActionLinkContent Guidelines