Royal Cure [BL]

Royal Cure [BL]

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Mar 25, 2026
Xiao Xing tidak pernah menyangka bahwa pelanggan setia yang membeli obat racikannya ternyata adalah mata-mata istana yang sedang menyamar. Dalam sekejap, tabib jalanan yang pragmatis dan bermulut tajam ini diringkus dan diseret ke hadapan Kasim Li, kepala pengawas istana yang auranya sedingin es. Di ambang eksekusi, sebuah insiden medis darurat yang menimpa salah satu penghuni paviliun agung memaksa Xiao Xing menunjukkan keahliannya yang tak lazim. Bukannya kehilangan kepala, ia justru terjebak dalam pengabdian paksa di dalam tembok istana yang penuh intrik, di bawah pengawasan ketat sang kasim yang tidak pernah melepaskan pandangan darinya. Kehidupan baru Xiao Xing sebagai tabib rendah tidaklah tenang karena ia harus menghadapi permintaan-permintaan aneh dari para selir dan tekanan dari Permaisuri yang penuh rahasia. Puncaknya adalah ketika sebuah pesanan khusus untuk meracik ramuan pemicu gairah berakhir dengan kekacauan fatal, ramuan itu justru terminum oleh orang yang paling tidak terduga, yakni Kasim Li sendiri. Efek kimia yang memacu jantung dan mengaburkan logika seketika mengubah dinamika di antara mereka, membuat sang kasim yang biasanya kaku mulai menunjukkan sisi agresif yang tidak masuk akal. Kini, Xiao Xing harus bertahan hidup di tengah pengejaran seorang "kasim" yang mendadak menjadi sangat posesif dan penuh teka-teki. Di balik adu mulut yang pedas dan sikap cueknya, Xiao Xing mulai menyadari bahwa ada sesuatu yang ganjil pada diri Kasim Li, mulai dari kekuatannya yang di luar nalar hingga rahasia besar yang ia sembunyikan di balik jubah kekuasaannya. Di istana yang ramai dengan mata dan telinga, sang tabib kecil harus memutuskan, apakah ia akan lari menyelamatkan diri, atau justru terjerat lebih dalam pada pesona pria paling berbahaya di kekaisaran itu. * Semua cerita adalah fiksi dan murni ide dari penulis. @sapayaa34 ~2026
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Prahara Lamaran [END]
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa (Hiatus)
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Nakula

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines