We Who Fear the light [ On Going ]

We Who Fear the light [ On Going ]

  • WpView
    Reads 5,422
  • WpVote
    Mga Boto 965
  • WpPart
    Mga Parte 57
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Wed, Sep 23, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
Slow Burn
Contract Relationship
Slice of Life
Hanya Sampai Halte Terakhir. Pukul 23.00 adalah waktu sakral bagi Aruna. Di dalam bus nomor 402 yang remang, dia bukan lagi karyawan-arsitek junior yang selalu diremehkan. Dia hanya penumpang bus-seorang asing yang berbagi luka dengan pria misterius di kursi belakang. Aturannya sederhana: Jangan tanya nama. Jangan tanya alamat. Dan yang terpenting, jangan pernah bertemu di bawah terangnya matahari. Namun, dunia Aruna jungkir balik saat dia berdiri di ruang rapat megah dan menatap CEO barunya yang angkuh. Pria itu punya sorot mata yang sama, suara yang sama, tapi kontras sekali karena keduanya memiliki jiwa yang berbeda. Bagaimana cara Aruna bertahan, saat orang yang menjadi satu-satunya tempatnya bercerita di malam hari, adalah orang yang sama yang menghancurkan impiannya di siang hari? "Sebab di bus ini, kita adalah rumah. Tapi di luar sana, kita adalah asing yang saling mematikan."
All Rights Reserved
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • The Hating Game
  • When The Sunshine Comes After Rain
  • Restriction
  • TANPA SYARAT.
  • Sillage
  • Hujan Desember
  • Warada Salah Sasaran
  • Bossy Messy
  • Dilatasi Rasa
  • turn down the negativity

"Jadi, apa tujuan lo menikah?" "Biar punya pasangan, yang bisa menemani gue, dan membagi rasa senang dan sedih bersama. Gue haus akan kisah cinta romantis, dan gue percaya gue bisa mendapatkan itu." Koentoeadjie berdecih sembari tertawa melihat kepolosan si Ariel Tjajawulan, bule kesasar itu memang terlalu polos dan tolol di saat yang bersamaan. "Nikah sama gue mau?" tawar Adjie pada Ariel. Ariel menatap Adjie penuh penasaran. "Lo cinta sama gue?" "Nggak." Jawab Adjie dengan enteng. "Terus ngapain lo mau menikahi gue kalau begitu?" Dan Adjie tidak menjawabnya. Hanya ada satu kata bagi Ariel untuk Adjie. Setan.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman