We Who Fear the light [ On Going ]

We Who Fear the light [ On Going ]

  • WpView
    Reads 3,234
  • WpVote
    Votes 615
  • WpPart
    Parts 42
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 9, 2026
Hanya Sampai Halte Terakhir. Pukul 23.00 adalah waktu sakral bagi Aruna. Di dalam bus nomor 402 yang remang, dia bukan lagi karyawan-arsitek junior yang selalu diremehkan. Dia hanya penumpang bus-seorang asing yang berbagi luka dengan pria misterius di kursi belakang. Aturannya sederhana: Jangan tanya nama. Jangan tanya alamat. Dan yang terpenting, jangan pernah bertemu di bawah terangnya matahari. Namun, dunia Aruna jungkir balik saat dia berdiri di ruang rapat megah dan menatap CEO barunya yang angkuh. Pria itu punya sorot mata yang sama, suara yang sama, tapi kontras sekali karena keduanya memiliki jiwa yang berbeda. Bagaimana cara Aruna bertahan, saat orang yang menjadi satu-satunya tempatnya bercerita di malam hari, adalah orang yang sama yang menghancurkan impiannya di siang hari? "Sebab di bus ini, kita adalah rumah. Tapi di luar sana, kita adalah asing yang saling mematikan."
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Out of Reach
  • The Apartment We Left Behind
  • Treasure You
  • 𝑵𝒐𝒕𝒉𝒊𝒏𝒈 𝑳𝒊𝒌𝒆 𝑼𝒔 | REVEHOURS
  • Good On Paper
  • Zero Degrees
  • Dilatasi Rasa
  • All That Remains Unsaid
  • A Long List of Things
  • Hold Me Like You Mean It

Karina, lulusan Teknik Industri, sudah menganggur lebih dari dua setengah tahun. Ribuan lamaran, ratusan interview, dan satu pertanyaan dari tetangga sampai keluarga besar yang terus menghantuinya: "Udah kerja belum?" Di tengah hidup yang rasanya tidak bergerak ke mana-mana, Karina justru dipertemukan kembali dengan Nawa-anak teman ibunya-di sebuah reuni yang bahkan tidak ingin ia datangi. Masalahnya? Nawa sudah punya semuanya yang Karina tidak punya. Pekerjaan stabil. Hidup yang mapan. Sementara Karina... masih berusaha mengejar sesuatu yang tak kunjung bisa ia raih. Ketika sebuah peluang datang dengan cara yang tidak sepenuhnya benar-menumpang nama di Kartu Keluarga orang lain-Karina dihadapkan pada pilihan yang tidak pernah ia bayangkan: Tetap bertahan dengan harga dirinya... atau akhirnya berhenti menjadi orang yang selalu tertinggal. ******* ©️rennamoon cover & gambar di sini diambil dari Pinterest! Plagiarizing my story is strictly prohibited ⚠️ DILARANG PLAGIAT!!! YA!!

More details
WpActionLinkContent Guidelines