Deskripsi Cerita Lima tahun lalu, keluarga Argantara kehilangan anak bungsu mereka. Raka Argantara. Anak paling berisik di rumah yang terlalu sunyi. Anak yang selalu tertawa paling keras meski diam-diam menyimpan luka paling dalam. Anak yang akhirnya pergi... setelah mendonorkan hidupnya untuk kakak sulungnya sendiri. Dan sejak malam itu, keluarga Argantara berubah. Ayah yang dulu dingin mulai belajar meminta maaf. Elang yang dulu hanya bertahan hidup mulai belajar bernapas kembali. Arkan berhenti lari dari emosinya. Naren perlahan menghancurkan tembok yang selama ini ia bangun. Kenzi tidak lagi tertawa sendirian untuk menutupi luka. Mereka akhirnya menjadi keluarga. Terlambat. Hancur. Penuh bekas retakan. Namun tetap saling tinggal. Sampai suatu malam di Jakarta... Elang melihat seseorang di tengah hujan. Wajah itu. Cara berdiri itu. Tatapan itu. Raka. Orang yang seharusnya sudah mati lima tahun lalu... berdiri hidup di depan matanya. Tetapi yang paling menghancurkan bukan fakta bahwa Raka masih hidup. Melainkan kenyataan bahwa selama ini... Raka sengaja. Dengan mengabaikan semua rasa bersalah di rumah Argantara. - #Cortis Au #Brothership [NOT BL!!]⚠️🚫 #Fiksi #Don't Copy 🚫⚠️ #Hanya cerita Mengingat mereka yang masih di bawah umur,Author tidak akan menulis dengan berlebihan/menulis adegan tidak pantas lainnya.
More details