Mengisahkan Grania yang belum bisa menerima takdir pahit hingga membuatnya mengunci hati rapat-rapat. Pasca kejadian yang merenggut kebahagiaannya hampir enam tahun terakhir, Grania menjadi sosok yang dingin dan jarang tersenyum. Seiring bergulirnya waktu, Grania dipertemukan dengan Sakti, laki-laki yang senantiasa mengusahakan kebahagiaan untuk Grania. Apapun dilakukan oleh Sakti dan ia akan berada paling depan untuk Grania. Entah sudah beberapa kali Sakti menyatakan cinta tapi Grania selalu menolaknya.
Apakah Sakti mundur? Tidak. Sakti memang sesakti namanya. Laki-laki itu pantang menyerah dan terus membuktikan bahwa ia memiliki cinta tulus dan layak untuk dimiliki. Bertahun berlalu, hati Grania berkecamuk karena terlalu sering menolak Sakti. Jauh dari lubuk hatinya, Grania sadar bahwa Sakti selalu bertingkah tidak apa-apa meskipun perasaannya hancur berkali-kali.
Hingga pada suatu momen, Grania memberanikan diri membagi alasan utama mengapa gadis itu selalu menolak Sakti. Jauh dari apa yang dipikirkan, Grania ternyata menyimpan sebuah luka. Luka tentang takdir pahit yang dunia berikan untuknya. Sakti sadar akan satu hal, Grania terperangkap di masa lalu, masih menolak perputaran dunia, dan terhenti di fase "Denial" dari sebuah kehilangan...
All Rights Reserved