Ruang Teduh Ayla

Ruang Teduh Ayla

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Mar 31, 2026
Ayla adalah rima yang tak selesai, sebuah lukisan yang dibuang pemiliknya ke sudut ruang yang lembap. Di rumah ia hanyalah bayang-bayang, dan di sekolah ia adalah sasaran bagi panah-panah fitnah. Namun, di tengah badai yang nyaris mematikan langkahnya, ada seseorang yang memilih menjadi payung tanpa suara. Seseorang yang mengetuk pintu langit setiap subuh saat Banda Neira masih terlelap, menitipkan napasnya pada doa-doa yang tak pernah Ayla dengar. Ia menjaga kehormatan Ayla, menjaga hidup Ayla agar tetap teduh. Namun, ketika sebuah rahasia medis yang disembunyikan rapat-rapat mulai menetes bersama darah yang tak kunjung membeku, Ayla menyadari satu hal. Ruang Teduh yang ia cari selama ini bukan lagi tentang bangunan, melainkan tentang caranya "pulang" sebelum waktu benar-benar habis. (Disclaimer, cerita ini hanya hiburan dan tidak bermaksud menyinggung siapa pun. Mohon maaf atas segala kekurangan dalam penulisan. Dan jangan lupa kasih dukungan kalian (vote/comment) semoga suka ya <3 )
All Rights Reserved
#58
ceritaseru
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • GRAVARENZO
  • Transmigrasi Ziora
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GHAIKA (REVISI)
  • Tsundere Maniak Susu
  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • I'm Not Just a Figuran

BEBERAPA PART DI PRIVATE, SILAKAN FOLLOW UNTUK MEMBUKA. Dalam pikiran dan hati Laura hanya ada Leon. Laki-laki itu seolah sudah menjadi pusat dunianya. Semua orang tahu bagaimana kerasnya cara gadis itu selalu mengejar dan berusaha menarik perhatian Leon. Tetapi setelah malam itu, Laura tidak lagi mengejar dan berusaha mendapatkan perhatian Leon. Tatapan penuh cinta dan kasih sayang itu sudah berganti dengan tatapan penuh kebencian dan perasaan muak.

More details
WpActionLinkContent Guidelines