Dalam menara yang tidak memiliki ujung dan tenggelam dalam kegelapan purba, seorang sosok berzirah hitam yang disebut The Climber akhirnya mencapai puncak setelah mendaki selama lima ribu dua ratus sepuluh tahun. Ia datang bukan sebagai pahlawan dan bukan sebagai penakluk, melainkan sebagai makhluk yang lelah oleh hidup, terikat sumpah, dan hanya ingin menemukan ketenangan sederhana yaitu membaca buku.
Namun yang menunggunya adalah Chronos, Titan pendiri yang telah terkurung selama ribuan tahun. Tubuhnya menjulang seperti gunung, wajahnya dipenuhi mata dan bibir, dan empat kakinya berdiri seperti pilar dunia. Ia bangkit membawa aturan kuno yang mengikat eksistensinya, bahwa ia hanya dapat bebas jika membunuh The Climber.
Pertempuran pun pecah. Titan yang menguasai cahaya pertama melawan makhluk yang tidak memiliki mana, yang hanya bertahan hidup berkat sumpah suci serta pedang raksasa bernama Eclipse yang dapat menambah massanya hingga meretakkan lantai.
Bentrokan ini mengguncang seluruh menara. Darah Titan mengalir, tubuh manusia terbanting berkali kali. Di ambang kehancuran, The Climber mengingat perjalanan panjangnya yang penuh kelaparan, monster, keputusasaan, serta momen ketika ia menemukan labirin perpustakaan yang perlahan menghapus keinginan untuk mengakhiri hidup.
Dengan teknik terakhir yang ia miliki, Catastrophic Collapse, ia merobek eksistensi sang Titan. Chronos tumbang dan akhirnya bebas.
Ketika darah Titan berubah menjadi cahaya putih, sebuah pintu bersinar muncul di tengah ruangan. Pintu itu tidak dapat ditebas atau dihancurkan dan seolah memanggil namanya. Saat ia mencoba menghantamnya dengan tinju, pintu itu terbuka dan menyeretnya masuk.
All Rights Reserved