We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
the melody between us

the melody between us

  • WpView
    Reads 21,123
  • WpVote
    Votes 2,467
  • WpPart
    Parts 84
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Aug 21, 2026
WpInfo
Fiction
Romance
love story which started from attraction because of a beautiful voice, developed into love because of the days spent together. Hi gais, aku up disini ya. Cause di tiktok ada beberapa kendala juga. Untuk temen temen yang belum tau cerita arkhaan-zoya dari awal. Ditiktok udah aku arsip, dibaca dari bagian 1 disini udah cukup. @dh1daa (lonara) Disini aku akan up kelanjutannya, karena mau ditamatin masih ada yang minta lanjut huhu (padahal udah 140 bagian). Ini bukan kisah tentang jatuh cinta saja, melainkan tentang mempertahankannya. Tentang Zoya dan Arkhaan yang membangun keluarga kecil bersama putra mereka, Khaay, sambil menghadapi luka masa lalu, rasa takut kehilangan, dan berbagai ujian yang datang setelah pernikahan. Sebab, cinta yang paling indah bukanlah yang tanpa badai, melainkan yang tetap memilih bertahan setelahnya. (Katanya) Love u gais.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tanpa Batas Waktu
  • THE REBEL'S BRIDE ✔
  • I LOVE KUTUB UTARA [END]
  • Elegance in Leadership
  • Posesif (fatzar)
  • love in silence
  • The Verdict's Bride (on going)
  • Shine on You
  • Selasar Kelam
  • I Fell First, You Fell Later

"Mereka bilang, waktu adalah penyembuh luka yang paling ampuh. Namun bagiku, waktu hanyalah sebuah garis lurus yang tidak punya ujung. Sejak hari dimana kau melangkah pergi, jam di dinding kamarku seolah berhenti berdetak, meski jarumnya terus berputar. Aku terjebak dalam sebuah ruang hampa yang kusebut sebagai 'setia'. Mencintaimu ternyata bukan tentang berapa lama kita bersama, tapi tentang bagaimana aku tetap memeluk bayangmu dalam penantian yang tidak pernah aku beri tanggal kedaluwarsa."

More details
WpActionLinkContent Guidelines